Pemerintah Akan Pailitkan Inalum

Senin, 11 Juni 2007 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah berencana melikuidasi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). "Masa selama 30 tahun rugi terus, maka saya fikir Inalum dipailitkan saja," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Senin (11/6).

Dia menilai, prospek perusahaan di Asahan, Sumatera Utara itu sudah tidak ada. "Karena 30 tahun perusahaan itu tidak untung," ujarnya.

Sebelumnya, Inalum terus berusaha menggenjot produksi alumunium. Pada akhir 2006, utilitas produksi perusahaan lebih dari 100 persen. Meski begitu, keuangan perusahaan alumunium negara ini masih mengalami rugi akibat depresiasi nilai tukar atas utang modal sekitar US$ 900 juta. Perusahaan memiliki kapasitas produksi sebanyak 230 ribu-240 ribu ton alumunium per tahun. Hingga akhir 2006, produksi alumunium sebanyak 250 ribu ton.

Inalum merupakan satu-satunya perusahaan domestik penghasil alumunium dengan komposisi 40 persen untuk dalam negeri dan 60 persen untuk Jepang. Kebutuhan dalam negeri setiap tahunnya berkisar 200 ribu ton. Defisit alumunium dipenuhi lewat impor dari Australia. Di Inalum, pemerintah Indonesia memiliki porsi 41,13 persen dam Nippon Asahan Alumunium (Jepang) sebesar 58,87 persen.

WAHYUDIN FAHMI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :