Merger Perusahaan Tambang ke Rapat Kabinet
Senin, 11 Juni 2007 | 18:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil akan mempresentasikan proses penggabungan tiga usaha tambang pemerintah menjadi Indonesia Resources Company (IRC) pada rapat kabinet mendatang. Tiga badan usaha yang akan digabungkan adalah PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk. "Semua itu perlu ada persetujuan dahulu di tingkat kabinet," ujarnya, Senin (11/6).
Menurut Sofyan, prospek penggabungan tiga usaha pertambangan negara ini memiliki prospek yang cerah. "Karena rencana ini konsepnya bagus sekali dan akan memiliki nilai tambah bagi Indonesia," ujarnya.
Mengenai struktur IRC sendiri, kata dia, pemerintah akan memikirkan yang terbaik. Termasuk adanya kemungkinan penambahan perusahaan tambang dalam merger itu. Salah satau yang sering disebut-sebut akan ikut merger adalah PT Freeport. "Kami akan pikirkan (penambahan) itu," ujarnya.
Secara terpisah, Direktur Keuangan Antam Kurniadi Atmosasmito menjelaskan, pada tahap awal induk (holding) akan merupakan perusahaan tertutup (private). "Yang dibawah-bawahnya tetap perusahaan terbuka," kata dia.
WAHYUDIN FAHMI





