Status Empat Investor Tol Terancam
Rabu, 13 Juni 2007 | 00:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengancam akan memutuskan kontrak empat investor jalan tol apabila hingga hari ini tidak bisa menunjukkan kemampuan memperoleh kredit pembiayaan. Penentuan nasib keempat investor itu akan diputuskan Kamis (14/6) besok.
Syarat investor untuk mendapatkan kredit pembiayaan itu, menurut Djoko, adalah adanya setoran jaminan pelaksanaan proyek.
"Kalau tak bisa memenuhi persyaratan di dalam kontrak, ya, putus. Apalagi itu (belum bayar jaminan). Kalau tidak ada (jaminan), maaf saja," kata Djoko di Jakarta, kemarin.
Keempat investor dimaksud adalah PT Lintas Marga Sedaya (ruas tol Cikampek-Palimanan), PT Pejagan Pemalang Tol Road (Pejagan-Pemalang), PT Pemalang Batang Tol Road (Pemalang-Batang), dan PT Marga Setiapuritama (Semarang-Batang).
Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hisnu Pawenang, keempat investor itu belum membayarkan jaminan pelaksanaan (performance bond) yang besarnya satu persen dari nilai investasi dikurangi nilai tanah. "Mereka sama sekali belum memasukkan performance bond," kata dia, kemarin.
Itu sebabnya, ujar dia lebih lanjut, para investor itu pun belum menunjukkan kemajuan untuk memperoleh kredit pembiayaan. Mereka diberi waktu hingga hari ini. "Menurut saya, tak ada yang bakal selesai financially closed," tutur Hisnu.
PT Lintas Marga Sedaya, misalnya, menurut Hisnu, punya kewajiban membayarkan jaminan pelaksanaan proyek sebesar Rp 60 miliar. Namun, hingga kini perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki PT Baskhara Utama Sedaya itu, masih berupaya menyelesaikan penjualan 15 persen saham Lintas, milik PT Jasa Marga (Persero) kepada Baskhara. Kemudian, Bashkara dikabarkan akan menjual 55 persen sahamnya ke PLUS Expressway Berhad, investor asal Malaysia. Pemegang saham Baskhara, antara lain adalah PT Bukaka Teknik Utama.
Menurut Hisnu, antara LMS dan PLUS sudah ada penekenan nota kesepahaman penjualan saham. "Legalnya, mungkin selesai dalam minggu ini," kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jasa Marga akan menjual 15 persen sahamnya di Lintas seharga Rp 937,5 juta ke Bhaskara. Menurut perhitungan analis, dengan harga segitu, berarti Jasa Marga ada kemungkinan merugi Rp 121,76 miliar (Koran Tempo, Kamis 7/6).
Menanggapi hal itu, Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito hanya mengatakan bahwa Lintas bukanlah perusahaan bernilai besar. "Itu perusahaan kosong, kok," ucapnya.
Namun dia membenarkan, Jasa Marga akan menjual 15 persen sahamnya di Lintas. "Harganya berapa tergantung hasil appraisal nanti," kata dia.
Rieka Rahadiana /Budiriza
Topik :




Komentar Anda :