Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Insentif Pajak Memancing Krisis Ekonomi
Rabu, 13 Juni 2007 | 14:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom dari Tim Indonesia Bangkit menilai insentif pajak bagi perusahaan go public tidak diperlukan. Kebijakan ini dikhawatirkan berpotensi mengulang krisis ekonomi seperti yang terjadi pada 1998 lalu.

Hendri Saparini, ekonom Econit mengatakan, kebijakan di sektor keuangan belum diperlukan. Sebab saat ini sedang terjadi bubble economy. "Kenapa diberi insentif?" katanya bertanya. Dia mengatakan, insentif justru dibutuhkan oleh sektor riil.

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Dradjad H. Wibowo juga menilai paket ini tidak signifikan mengentaskan pengangguran dan tingkat kemiskinan. "Paket kebijakan investasi tahap pertama saja tidak jalan dan tingkat pertumbuhan ekonomi jauh di bawah target tahun lalu. Apa yang membuat kita yakin kebijakan ini beda?" katanya.


RR ARIYANI

Dari Arsip Majalah TEMPO
Agustus, Deflasi Minus 0,21 Persen  | 03 September 2001
BPPN Harus Direformasi  | 14 Januari 2002


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Paket Kebijakan Ekonomi Dinilai Salah Sasaran
Insentif Pajak Bagi Industri yang Lakukan Penelitian
Presiden : Perusahaan Yang Bantu Pendidikan Dapat Keringanan Pajak
Perusahaan Dapat Keringanan Pajak Jika Bantu Pendidikan
Subsidi Pupuk Jangan Diberikan ke Industri
Impor Beras Menciderai Hak Petani
Ekonom : Evaluasi BI Rate
Kapasitas Nelayan Tak Memadai, Illegal Fishing Marak
Ekonom : Inflasi Perlu Diperlebar ke 8,4 Persen
Pengamat : BCA Sulit Jadi Bank Jangkar
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk101882 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< June,2007>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data