|
Indonesia Kekurangan Semen 2011
Rabu, 13 Juni 2007 | 17:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertumbuhan konsumsi semen yang mulai membaik pada awal 2007 dan rencana pembangunan infrastruktur nasional, menyebabkan pada 2011 pasokan produksi tak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk mengatasi kekurangan pasokan, dibutuhkan investasi sekitar US$ 250 juta-300 juta.
Menurut Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian, Agus Tjahjana, apabila menggunakan teknologi Cina, investasi dapat ditekan sekitar US$ 100 juta - 150 Juta. "Pemerintah menyiapkan insentif berupa potongan pajak penghasilan lewat PP No 1 tahun 2007," ujar Agus disela-sela Konferensi Semen Internasional-Intercem, Rabu (13/6).
Kekurangan pasokan akibat pertumbuhan konsumsi yang terus melaju. Pada lima bulan pertama 2007, pertumbuhan konsumsi semen sebesar 8 persen. Pertumbuhan mulai membaik setelah pada tahun 2006 mengalami pertumbuhan 2,1 persen atau anjlok dari pencapaian tahun 2006 sekitar 4,2 persen.
Menurut Ketua Asosiasi Semen Indonesia, Urip Timuryono, realisasi konsumsi Januari- Mei 2007 sebanyak 12,828 juta ton dan pada Januari-Mei 2006 sebesar 11,87 juta ton. "Tumbuh sekitar 8,1 persen," katanya.
YULIAWATI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|