Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BI Lebih Dulu Siapkan Insentif UKM
Kamis, 14 Juni 2007 | 12:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank sentral belum berencana mengeluarkan sejumlah paket insentif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan, dua bulan lalu bank sentral sudah melunurkan kebijakan relaksasi kredit bagi perbankan. "Sejak 2 April yang lalu sudah ada kebijakan relaksasi kredit. Saya anggap sudah cukup mendorong UMKM," kata Burhanuddin di Jakarta.

Semula bank sental akan mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit bersamaan dengan paket ekonomi yang dikeluarkan departemen keuangan. Namun ternyata bank sentral lebih siap dibandingkan pemerintah. "Kami (BI) maju duluan," katanya.

Dia juga memastikan pihaknya memonitor implementasi kebijakan tersebut di lapangan, baru akan dipikirkan untuk memberi insentif lebih lanjut atau tidak. "Saya rasa (insentif) sudah cukup, kita lihat dulu implementasinya," katanya.

Sebelumnya, ekonom INDEF Fadhil Hasan menilai paket kebijakan keuangan terbaru yang dikeluarkan pemerintah tidak akan berdampak konkrit pada pemberdayaan UMKM. Sebab, akses UMKM ke perbankan yang selama ini menjadi masalah utama tidak diselesaikan dengan paket kebijakan dari Bank Indonesia.

RR ARIYANI

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dibidik dari Segala Penjuru | 11 April 2005
Longsor Digoyang Inflasi | 11 April 2005
Mosi Tak Percaya atau Apa | 28 Pebruari 2005
Bank Indonesia Harus Lebih Awas | 31 Januari 2005
Seperti Membunuh Kanker dengan Sup  | 15 Desember 1998
Rekapitalisasi Itu Mengundang Risiko  | 24 November 1998
Bisnis Sepekan | 17 Januari 2005
Bisnis Sepekan | 03 Januari 2005
Melacak Raibnya Kasbon BI  | 03 November 1998
Jangan-Jangan Angan-Angan  | 27 Oktober 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Insentif Pajak Memancing Krisis Ekonomi
BI : Rupiah Akan Menguat
Rupiah Berpotensi Kembali ke Rp 9 ribu
Inflasi Mei Diperkirakan Lebih Rendah
Laju BI Rate Bulan Depan Belum Dipastikan
BI Nilai MRA Bakal Dukung Realisasi Overnight
BI: Bunga Kredit Tergantung Mekanisme Pasar
Gubernur BI Usulkan Industri Fokus
Peredaran Uang Kartal Turun
BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi 2008
> selengkapnya...

Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk101948 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< June,2007>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data