Makasar Kekurangan Pasokan Rusunawa

Jum'at, 15 Juni 2007 | 01:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasokan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Makasar masih belum menutupi kebutuhan rusunawa di ibukota propinsi Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Agoes Widjanarko mengatakan saat ini baru terbangun tiga twin block rusunawa yang tiap bloknya berisi 96 unit rusunawa.

"Jumlah masyarakat yang ingin tinggal di rusun lebih dari 500 kepala keluarga," ujarnya di sela-sela jumpa wartawan di Hotel Mulia, Kamis (14/6).

Ia melanjutkan, untuk memenuhi permintaan, pemerintah pusat dan daerah berencana untuk membangun 14 twin block rusunawa di beberapa daerah, salah satunya kawasan kumuh Mariso. "Itu bisa menampung 1300an kepala keluarga," katanya.

Rusunawa di Makasar, lanjutnya, berfungsi untuk menampung sementara masyarakat yang tinggal di lingkungan kumuh. "Daerah kumuhnya akan kami bersihkan dan ditata dengan infrastruktur lingkungan," kata dia.

Selain di Makasar, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan 15 twin blokc rusunawa di DKI Jakarta. "Ada empat lokasinya yang dipersiapkan, namun hingga kini belum ada pemberitahuan dari Pemda," kata dia.

Rusunawa yang telah dimiliki pemerintah, lanjutnya, sebanyak enam twin block di Marunda dan siap dihuni. Menurut Agoes, rusunawa di Jakarta ini akan berfungsi sebagai relokasi sementara warga bantaran sungai sembari menunggu penyelesaian normalisasi sungai.

Agoes mengatakan saat ini masyarakat yang menyewa rusunawa harus membayar lebih mahal sebab tak jelas pihak yang menyewakan. "Nantinya penyewa bayar lebih murah daripada sekarang," ujarnya. Menurut Agoes, tarif sewa rusunawa kurang dari Rp 200 ribu per bulannya.

Rieka Rahadiana

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: