Industri Kayu Tumbuh Negatif
Selasa, 19 Juni 2007 | 18:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kinerja industri kayu nasional dibandingkan delapan industri lainnya tumbuh paling minim. Industri kayu dan hasil hutan lainnya tumbuh negatif 1,74 persen karena langkanya kesediaan bahan baku. "Ada penolakan illegal logging sehingga sulit dapat bahan baku, padahal kontribusi kepada produk domestik bruto cukup tinggi," kata Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian Agus Tjahjana, Selasa (19/6).
Selain industri kayu, ada tiga sektor manufaktur yang kinerjanya mengalami pelemahan, yakni kelompok industri tekstil dan alas kaki, logam dasar besi dan baja, serta alat angkut, mesin, serta peralatannya. Pada kuartal pertama 2007, laju pertumbuhan industri tekstil dan alas kaki hanya mencapai 0,68 persen, industri logam dan baja tumbuh 2,11 persen dan industri mesin tumbuh 3,9 persen. Sementara total pertumbuhan kuartal pertama 5,83 persen. Adapun target pertumbuhan industri sepanjang 2007 sebesar 7,9 persen.
Meski empat sektor manufaktur ini tumbuh lemah, Agus positif target pertumbuhan industri dapat tercapai. Agus menerangkan, sejak awal kuartal kedua terjadi pergerakan positif pertumbuhan industri manufaktur nasional.
YULIAWATI





