BRI Ajukan Penambahan Kredit Ketahanan Pangan
Rabu, 20 Juni 2007 | 12:22 WIB
TEMPO Interaktif, Kudus:PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., akan mengajukan penambahan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) kepada pemerintah.
Direktur Utama BRI, Sofyan Basir, mengatakan pihaknya akan mengajukan penambahan kredit sebesar Rp 1,6 triliun."Alokasi dana sebelumnya sudah habis," kata Sofyan dalam temu wicara dengan petani tebu di pabrik gula Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/6). Sebelumnya BRI telah menyalurkan KKP sebesar Rp 850 miliar.
Penambahan tersebut harus diajukan ke pemerintah karena penggunaan anggaran Departemen Pertanian untuk subsidi bunga kredit. Habisnya alokasi dana KKP tersebut membuat petani tidak dapat mengajukan pinjaman untuk menutupi kekurangan ongkos pemeliharaan tanaman yang dikeluhkan oleh petani tebu di Kudus.
Menanggapi keluhan tersebut Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyatakan dirinya setuju dengan langkah BRI menambah dana KKP. "Tolong diatur, itu (kredit) toh akan dibayar (oleh petani)," ujarnya.
Selain masalah KKP, Kalla juga meminta kalangan perbankan untuk ikut membantu pembiayaan revitalisasi pabrik gula. Dalam kunjungannya ke empat pabrik gula di pulau Jawa, Kalla menyertakan kalangan perbankan untuk melihat langsung kondisi pabrik.
Beberapa petinggi bank yang ikut dalam rombongan Kalla adalah Dirut BNI Sigit Pramono, Dirut BRI Sofyan Basir, Komisaris Utama Bank Mega Chairul Tanjung, dan Wakil Dirut BCA Jahja Setiaatmadja. Dalam kunjungan ke pabrik gula Trangkil, Pati, Kalla sempat meminta kalangan perbankan untuk mengikuti langkah Bank Indonesia yang lewat Yayasan Dana Kesejahteraan Karyawan BI membantu peremajaan alat-alat produksi pabrik gula. Menurutnya, langkah BI tersebut menunjukkan industri gula memiliki prospek yang baik.
OKTAMANDJAYA WIGUNA





