close

Jawa Timur dan Belanda Garap Proyek Gas

Kamis, 21 Juni 2007 | 09:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Petrogas Jatim Utama, perusahaan daerah milik Pemerintah Jawa Timur, melakukan studi kelayakan pembangunan terminal gas alam cair ((LNG). Langkah itu dilakukan dengan menggandeng 4Gas BV, pengembang dan operator terminal LNG dari Belanda. Nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangai Selasa lalu di kantor cabang 4GAs BV di Jakarta.

Direktur Utama Petrogas Abdul Muid mengatakan, proyek itu sangat penting untuk kelanjutan pembangunan ekonomi dan industri di Jawa Timur. “Tanpa tambahan gas dari sumber domestik dan luar, industri Jawa Timur akan mengalami gangguan serius,” tuturnya dalam rilis kepada Tempo.

Adapun bagi 4Gas BV, proyek itu merupakan lanjutan dari proyek terminal LNG di Inggris, Belanda, Prancis, Kanada, dan Amerika Serikat. “Kini kami berkonsentrasi di Asia,” kata Executive Director dan General Counsil 4GasBV Harry Van Rietschoten.

Indonesia dinilai potensial dengan kandungan gas domestik sehingga perlu suatu terminal.

Kerja sama antara perusahaan Jawa Timur dan Belanda itu akan fokus pada penyusunann studi kelayakan yang menyeluruh. Kajian akan mengidentifikasi jenis terminal, lokasi strategis yang disepakati semua pihak, dan apakah akan bersifat fix atau floating. Kedua pihak juga sepakat memasukkan ketentuan hal komersial serta kontrak dengan pihak keriga dalam studi kelayakan itu.

Kerja sama itu merujuk pada hak penolakan pertama (right of first refusal) oleh perusahaan-perusahaan asal Jawa Timur selama proses konstruksi. Transparansi dan kebijakan non KKN akan diterapkan termasuk dalam proses tender. Terminal LNG itu nantinya diharapkan menjadi alternatif untuk mengantisipasi krisis energi Jawa Timur termasuk untuk memenuhi kebutuhan industri, pembangkit listrik, dan konsumen di daerah sekitar.

Harun Mahbub

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan