Stock Split Semen Gresik Diminta 1:8
Sabtu, 23 Juni 2007 | 00:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah berharap pemecahan nilai nominal saham (stock split) PT Semen Gresik Tbk. sedikitnya 1:8. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil mengatakan, semakin kecil harga per sahamnya maka akan semakin baik. Sebab semakin banyak masyarakat yang membeli.
"Investor publik makin banyak yang bisa ikut bertransaksi," kata dia di kantornya kemarin. Dengan stock split 1:8, harga saham Semen Gresik berkisar Rp 6 ribu. Hingga kemarin, harga Semen Gresik berada di kisaran Rp 46 ribu per saham.
Sebelumnya, Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya sedang menyiapkan rencana stock split dengan rasio 1:10 dan 1:20. Namun keputusan ini, akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang akan berlangsung pada 28 Juni mendatang. Langkah ini, menurut Dwi, bertujuan untuk meningkatkan likuiditas saham perusahaan di lantai bursa.
Analis PT Trimegah Securities Stanley Tjiandra, menilai langkah perusahaan melakukan stock split cukup tepat. Namun keputusan ini tidak akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan secara langsung.
Pemecahan nilai nominal saham, akan mempengaruhi sentimen pasar. "Pasar menjadi lebih likuid, dan pergerakan saham perusahaan juga lebih bagus," katanya. Dengan harga yang berkisar Rp 6 ribu setelah stock split nanti, saham Semen Gresik akan lebih terjangkau. Selain itu, kepemilikan saham juga menjadi lebih merata.
Selain stock split, Menteri Sofyan juga mengatakan dalam rapat umum nanti akan diputuskan pula pembagian dividen. Menurut sumber di Kementerian BUMN, pemerintah akan meminta dividen di atas 50 persen.
Sofyan membantah hal itu. "Pemerintah belum menganggap perlu (dividen diatas 50 persen). Yang normal-normal saja," katanya. Pemerintah menilai, Semen Gresik membutuhkan banyak dana untuk membiayai ekspansi perusahaan.
Kondisi keuangan perusahaan, saat ini dalam keadaan bagus. Sehingga, Semen Gresik memiliki kemampuan untuk memperoleh dana yang besar (leverage) dari lembaga pendanaan. Dana ini bisa digunakan untuk membiayai pabrik baru dan membangun pembangkit listrik.
Namun menurut Stanley, besarnya jumlah dividen yang akan dibagikan, tidak berpengaruh terhadap kondisi keuangan perusahaan. "Cash flow Semen Gresik amat sehat, mereka memiliki dana yang banyak," katanya.
BUDI RIZA I DEWI RINA





