Antisipasi Defisit Listrik, PLN Solo Siapkan Tiga Skenario
Sabtu, 23 Juni 2007 | 08:25 WIB
TEMPO Interaktif, SOLO:
PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surakarta menyiapkan tiga skenario untuk mengantisipasi krisis listrik menyusul defisitnya pasokan listrik akibat gangguan sejumlah pembangkit listrik yang selama ini menyuplai sistem Jawa-Bali.
Supervisor Strategi Pemasaran PLN APJ Surakarta, Harmanto, mengatakan skenario tersebut adalah menerapkan sistem brown out, load treatment, dan load sending.
Sistem brown out adalah menurunkan tegangan listrik di gardu induk dan load treatment adalah pelanggan besar diminta untuk mengurangi pemakaian listrik saat waktu beban puncak.
"Sedangkan load sending yakni PLN mulai melakukan pemadaman di wilayah-wilayah tertentu," kata Harmanto, Sabtu (23/6)
PLN APJ Surakarta memiliki 10 gardu induk dan untuk sementara akan dilakukan penurunan tegangan pada dua gardu induk, yakni Gardu Induk Jajar, Solo dan Gardu Induk Wonogiri.
PLN APJ Surakarta juga meminta kalangan industri untuk menurunkan penggunaan listrik pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB yang merupakan beban puncak. "Dan kalau terpaksa akan dilakukan pemadaman di wilayah-wilayah tertentu," kata dia.
Managing Director PT Dan Liris, Joko Santosa, mengakui PLN AJP Surakarta sempat melakukan penurunan tegangan listrik ke pabriknya hingga 60 persen.
Namun penurunan itu hanya terjadi sekali yakni Kamis lalu ketika sejumlah pembangkit listrik yang mengaliri sistem Jawa-Bali tidak bisa beroperasi.
"Tetapi sekarang sudah normal lagi dan tidak ada permintaan ataupun pemberitahuan dari PLN akan terjadi pengurangan daya apalagi pemadaman," kata Joko yang juga Sekretaris Asosiasi Perstektilan Indonesia (API) Jawa Tengah ini.
imron rosyid





