Spekulan Hambat Pembebasan Tanah di Blok Cepu
Senin, 25 Juni 2007 | 23:18 WIB
TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Pembebasan lahan di kawasan Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur terhambat menyusul melonjaknya harga akibat ulah spekulan tanah
Harga tanah di daerah tersebut sesuai Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tertinggi hanya sebesar Rp 22 ribu per meter persegi. Namun, kini melonjak menjadi Rp 200 ribu per meter persegi.
Areal tanah untuk kebutuhan Blok Cepu seluas 700
hektare, berada pada enam desa yang berlokasi di dua
kecamatan, yaitu Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan
Ngasem. Lokasi yang menjadi incaran para
spekulan tanah, berada di ring satu (dekat engan areal
sumur minyak Banyuurip dan Jambaran), yaitu Desa
Mojodelik, Desa Braboan, Desa Bonorejo dan Desa Gayam
Kecamatan Ngasem. Kemudian desa Sudu dan Desa Ngraho
Kecamatan Kalitidu.
Camat Ngasem, Erdyn S, membenarkan soal banyaknya
spekulan tanah di daerahnya. Mereka berasal dari
sejumlah kota besar, seperti dari Jakarta, Surabaya
dan Semarang. "Sudah banyak spekulan tanah masuk.
Inilah yang membuat tanah harganya meningkat tajam,"
tegasnya yang ditemui usai sosialisasi tanah di kantor
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/6).
Hadir dalam acara sosialisasi itu 500
pemilik lahan, tim pembebasan lahan, yang
diwakili Bupati Bojonegoro Santoso, ExxonMobil,
BP-Migas, camat dan kepala desa di sekitar sumur
minyak Banyuurip.
Hingga kini, proses pembebasan tanah
masih dalam taraf negosiasi antara pemilik lahan
dengan tim pembebasan tanah. Pembebasan lahan telah molor lebih dari delapan bulan. Menurut Erdyn, harga tanah tertinggi mencapai Rp 200 ribu per meter persegi. "Inilah yang membuat repot. Karena harga tanah tiba-tiba naik tajam," tandasnya.
Dedy Afiadi, Manager Land Mobil Cepu Limited, mengatakan, negosiasi pembebasan tanah dilakukan langsung dengan pemilik tanah yang sah dan sudah lolos proses verifikasi tanah yang dilakukan BPN Bojonegoro dengan tim dari ITS Surabaya.
Proses verifikasi sudah dilakukan sejak empat bulan yang lalu. Dari 700 hektare lahan yang dibutuhkan, terdapat 49 sumur minyak yang akan dibor. Nantinya, dari 49 sumur itu, akan dikelompokkan menjadi empat lokasi. Di antaranya sumur minyak Banyuurip, Jambaran, dan sisanya berada di Ngasem dan Kalitidu."Sengaja kami buat hanya empat lokasi sumur minyak biar lebih praktis," tandasnya.
Bupati Bojonegoro, Santoso. mengaku tidak bisa
menindak tegas para spekulan tanah. Menurutnya,
spekulan itu ada dimana-mana. "Bagaimana
menindaknya?" sujatmiko




Komentar Anda :