Australia Tertarik Investasi di Sektor Tambang Indonesia

Selasa, 26 Juni 2007 | 06:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Australia tertarik untuk berinvestasi di sektor pertambangan di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu rangkuman pembicaraan delegasi Australia dengan Menko Perekonomian Boediono, kemarin sore.

"Mereka beberapa minat di mining (pertambangan). Sudah lama Australia ingin ke situ. Mereka juga berminat di sektor kereta api, terutama di daerah pertambangan. Mereka ingin ikut membangun jalur kereta api di daerah batu bara dan sebagainya," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Senin sore (25/6) di Jakarta.

Khusus untuk investasi di sektor kereta api, menurut dia, Badan Usaha Milik Negara yang akan bekerja sama dengan pihak Australia, bukan antar pemerintah. "Belum tahu (daerah yang diincar), tapi katanya mereka sudah lakukan pembahasan dengan pihak Indonesia," tuturnya

Boediono juga memastikan, dalam pertemuan kali ini tidak ada komitmen Australia untuk meningkatkan investasinya. "Tidak, ini bukan komitmen dengan pemerintah. Tapi ini misinya adalah fact finding dengan kita," tukasnya.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan yang dihadiri banyak pemilik perusahaan Australia di berbagai bidang ini, dipertanyakan segala hal terkait iklim investasi. "Saya cerita perbaikan secara bertahap sejak krisis dan terutama yang baru kita keluarkan beberapa waktu yang lalu tentang perbaikan iklim investasi," kata Boediono.

Delegasi Austria, kata dia, juga bertanya lebih spesifik lagi mengenai masalah infrastruktur. "Bagaimana itu perbaikannya, misalnya soal tanah dan sebagainya, Bagaimana akuisisi tanah yang dulunya menghambat," ucapnya.

Pemerintah, kata Boediono, menerangkan tentang sistem perpajakan yang berlaku, khususnya yang tercantum di Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan. "Dua Undang-Undang lainnya akan selesai tahun ini. Sehingga harapan kita 1 Januari 2008, UU pajak baru bisa dilaksanakan," jelasnya.

Selain Undang-Undang Penanaman Modal yang sudah disetujui, kata Boediono, pemerintah juga mengabarkan tengah memfinalisasi Daftar Negatif Investasi. "Mereka intinya sangat berminat, tapi tentunya mereka sedang menghitung-hitung, pelaku bisnis kan hitung-hitung bagaimana risiko dan return-nya dari berbagai proyek di Indonesia," ucapnya

RR ARIYANI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: