Subsidi BBM Dipertanyakan IEA
Selasa, 26 Juni 2007 | 18:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional mempertanyakan kebijaksanaan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan di Indonesia. Pemimpin Delegasi Kajian Energi Indonesia dari IEA Leonard L. Coburn mengatakan, kebijakan subsidi BBM tidak kompetitif bagi investor minyak dan gas bumi. "Investor tidak akan bisa bersaing dengan pasar BBM bersubsidi," ujarnya, Selasa (26/6).
Coburn menambahkan, kebijaksanaan BBM subsidi juga menyebabkan pasar terdistorsi sehingga subsidi tidak diterima pihak yang berhak menerimanya. Dia mempertanyakan sistem pemantauan pemerintah agar subsidi diterima pihak yang berhak menerima.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Luluk Sumiarso mengatakan, kebijakan subsidi terkair dengan kebijakan politik. Pemerintah, kata dia, pada 2000 berencana menghilangkan subsidi secara bertahap. Namun, rencana itu tidak mudah diterapkan dan hingga kini subsidi BBM masih diberikan. "Presiden tidak akan menaikkan harga
BBM subsidi sampai 2009," kata Luluk.
NIEKE





