Surat Perbendaharaan Negara Tak Laku

Selasa, 26 Juni 2007 | 19:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lelang Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang dilelang pemerintah hari ini kurang diminati investor. Kendati jumlah penawaran yang masuk Rp 3,19 triliun, pemerintah hanya mengambil Rp 1,9 triliun dari target indikatif yang ditetapkan Rp 2 triliun setiap bulan.

Menurut Direktur Jenderal pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto pemerintah bisa menurunkan jumlah SPN yang diambil dari target indikatif. “Ini untuk memberikan konsistensi pasar sehingga ekspektasi terhadap SPN terus positif," ujarnya di Jakarta Selasa (26/6).

Di samping itu, kata Rahmat, pemerintah melihat posisi wajar dari imbal hasil (yield) dari perkembangan pasar obligasi negara jangka pendek dan sebagai benchmark untuk obligasi negara jangka pendek. "Kami bisa menurunkan, tetapi tidak bisa menaikkan," kata dia.

Hari ini pemerintah mengumumkan hasil lelang SPN serri 2008052801 dengan yield rata-rata tertimbang 8,44539 persen. yield terendah yang masuk 8,125 persen dan yield tertinggi yang masuk sebesar 10,25 persen. "Yield yang wajar itu ya 8,44," kata Rahmat.

Rahmat mengakui jumlah penawaran kali ini jauh lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 12,9 triliun. Hal ini, kata dia, pertama karena pasar melihat suku bunga bakal turun sehingga mereka lebih baik menunggu atau membeli surat utang negara jangka panjang sehingga bisa mengunci pada posisi tingkat yield atau kupon yang lebih tinggi ke depannya. Kedua, rendahnya penawaran karena dampak sementara dari pasar global,. "Sentimen sekarang masih belum kondusif, terutama karena faktor luar," katanya.

Anton Aprianto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: