Pengembang Rusun Minta Dukungan Lahan
Rabu, 27 Juni 2007 | 17:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan pengembang meminta pemerintah lebih proaktif membantu pengadaan lahan untuk pembangunan rumah susun sederhana.
“Sudah saatnya pemerintah turun tangan,” kata Ketua Umum Real Estate Indonesia Lukman Purnomosidhi dalam diskusi soal perumahan di kantor pusat BTN, Jakarta, Rabu (27/6).
Dukungan pemerintah diperlukan mengingat masalah lahan masih menjadi kendala dalam program pembangunan rusun. Padahal pembangunan rusun sudah mendesak mengingat kebutuhannya. Kata Lukman, kebutuhan akan rusun ini sebenarnya sudah disadari pemerintah dengan telah dicanangkannya program 1000 tower.
Menurut dia, jika pemerintah bersedia, sebenarnya kendala lahan untuk pembangunan rusun di Indonesia bisa dihindari mengingat wilayahnya yang luas. Lukman membandingkannya dengan Singapura yang luas wilayahnya jauh lebih kecil dibanding Indonesia. “(Singapura) Sudah mengalokasikan 8000 hektar lahan untuk pengembangan rusun.”
Dia mengusulkan, dukungan pemerintah itu dapat dilakukan melalui Badan Layanan Umum seperti dukungan pengadaan lahan jalan tol.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asyari mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya megngurangi kendala perizinan. “Soal izin juga masih jadi kendala,” ujarnya.
Dia mencontohkan, upaya itu diantaranya meminta pemerintah DKI Jakarta untuk merevisi peraturan koefisien luas bangunan (KLB) dan koefisien dasar bangunan (KDB). “Kita sudah kirim surat,” kata Yusuf.
Peraturan daerah itu dinilai kurang kondusif karena membatasi ketinggian bangunan hanya 16 lantai. Bangunan di atas itu dikenai denda Rp 2,5 miliar.
Harun Mahbub
Topik :




Komentar Anda :