USAID Bantu Inovasi Usaha
Rabu, 27 Juni 2007 | 18:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga nirlaba asal Amerika Serikat, USAID memberikan dana hibah US$ 1 juta dolar untuk pengembangan inovasi bisnis di Indonesia. Sekitar 40 lembaga usaha akan menikmati dana hibah dengan masing-masing menerima US$ 25 ribu.
Dana hibah dialirkan lewat Senada, program USAID untuk meningkatkan kompetisi Indonesia. "Hibah akan diberikan kepada lembaga swasta, perusahaan swasta, lembaga swadaya masyarakat, asosiasi industri, universitas ataupun usaha kecil menengah (UKM)," ujar penasihat senior Senada, Caesar Layton, Jakarta (27/6).
Senada menitikberatkan pada pengembangan inovasi usaha karena dianggap penting untuk meningkatkan daya saing usaha. "Perusahaan yang inovatif dapat merespon dinamika yang ada di pasar dengan lebih baik," kata Caesar.
Inovasi yang akan menjadi perhatian mencakup cara baru melakukan distribusi, pemasaran atau desain. Kriteria inovasi usaha meliputi produk dan layanan baru yang dapat memberikan nilai tambah atau mengurangi biaya. Selain itu inovasi yang mampu mengembangkan teknologi layanan keuangan. "Termasuk desain untuk mengakses pasar baru dan pembuatan regulasi yang berpihak pada usaha," kata Caesar.
Lembaga yang akan mendapat hibah harus membuktikan inovasi usaha yang dijalankan mampu menciptakan daya saing rantai nilai industri, mulai dari produsen, pemasok, distributor, keuangan, teknologi komunikasi, jasa pengembangan bisnis, penelitian dan pengembangan dan sebagainya.
Lembaga yang dapat mengajukan proposal hanya yang berlokasi di Pulau Jawa. "Karena sebagian besar industri manufaktur terkonsentrasi di Jawa," jelas Caesar.
Senada merupakan program USAID yang dimulai sejak September 2005. Senada berfokus pada enam industri seperti alas kaki, furnitur, komponen kendaraan, garmen, aksesoris rumah tangga dan teknologi informasi dan komunikasi.
Yuliawati





