Kejahatan Perbankan Merambah Pedesaan
Kamis, 28 Juni 2007 | 17:05 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:
Kejahatan perbankan sudah merambah ke pedesaan dan daerah pinggiran. Selain itu, kualitas maupun kuantitas kejahatan di jasa keuangan ini pun semakin meningkat dan kompleks.
"Kejahatan perbankan saat ini bukan hanya terjadi pada bank-bank besar dan terkenal, tapi sudah merambah ke pedesaan. Ini yang patut diwaspadai," Deputi Gubernur Bank Indonesia Mulyaman Hadad dalam semiloka Tindak Pidana Perbankan dan Mediasi Perbankan di Solo, Kamis (28/6).
Menurut dia, merambahnya kasus kejahatan perbankan ke pedesaan dan daerah pinggiran ditandai dengan banyaknya temuan kasus yang terjadi di BPR-BPR saat ini.
"Kasusnya pun bervariatif, seperti manipulasi kredit atau deposit palsu. Nilai transaksinya juga beragam mulai puluhan juta, ratusan juta hingga miliaran," ujar dia.
Untuk menyikapi kondisi itu, kata dia, aparat perbankan dan penegakan hukum di daerah harus melakukan langkah-langkah antisipatif. Perlu juga peningkatan intensitas koordinasi antar instansi perbankan dan penegak hukum.
Anas Syahirul





