BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga

Senin, 02 Juli 2007 | 13:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menilai peluang penuruan suku bunga acuan (BI rate) masih terbuka. Sebab, menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin, bank sentral memprediksi tingkat inflasi Juni masih cukup rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

"Apalagi kondisi makro ekonomi tahun ini masih lebih baik dan stabil, terutama nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat," kata Aslim ketika ditemui disela-sela acara ulang tahun Bank Indonesia ke-54, di gedung BI, jakarta.

Hal senada diutarakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom. Kendati tidak memberikan kepastian soal peluang penurunan suku bunga, Miranda mengatakan hasil survey Bank Indonesia menunjukan inflasi Juni cukup rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Dia optimistis target inflasi tahun ini sekitar 6 plus minus 1, bakal tercapai.

Apalagi kata dia, fungsi intermediasi perbankan saat ini, semakin membaik. "Jadi pasar bisa semakin memanfaatkan likuiditas untuk menjalankan produksi dan distribusi, dan tentu saja ini akan mempengaruhi harga barang dan jasa cukup rendah," katanya.

Namun Miranda tidak mau mengomentari suku bunga The Fed yang tetap terpatok di angka 5,25 persen. Dia hanya berkata, "Kami punya policy sendiri untuk menentukan suku bunga."

Saat ini BI rate berada dikisaran 8,5 persen. Sedangkan The Fed Fund Rate sebesar 5,25 persen.

AGOENG WIJAYA

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :