close

Kenaikan Cukai Rokok Tak Perlu Ditakuti

Senin, 02 Juli 2007 | 17:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah menilai ketakutan pasar saham atas kenaikan tarif spesifik cukai rokok akan meruntuhkan nilai saham industri rokok tidak beralasan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengomentari pemberitaan media yang menyebutkan akan anjloknya saham sejumlah industri rokok menyusul keputusan pemerintah menaikkan tarif spesifik cukai rokok per 1 Juli 2007.

"Saya kira tidak benar karena (tarif spesifik) ini industri terpukul. Dia (industri) cuma cari alasan saja," kata Anwar seusai meluncurkan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Tanjung Priok di Tanjung Priok Jakarta, Senin (2/7).

Menurut dia, industri rokok di Indonesia adalah industri yang sifatnya masih dalam kurva pertumbuhan inelastis. Artinya, naik atau turunnya tarif cukai tidak berpengaruh pada penurunan pertumbuhan industri rokok.

"Coba lihat saja angka statistiknya, setiap kali ada kenaikan (tarif) cukai ternyata bukan semakin turun industrinya," kata Anwar. Alasannya, pertumbuhan industri rokok di Indonesia belum lagi mencapai titik jenuh. "Kalau sudah jenuh mungkin tidak lagi inelastis," kata Anwar.

Anwar juga membantah bahwa kenaikan tarif spesifik ini mendadak dan membingungkan industri. "(Kenaikan) itu tidak mendadak karena kami sudah sosialisasi sejak Januari," kata Anwar. Menurut dia, waktu enam bulan untuk sosialisasi dirasa sudah memadai.

Pemerintah, kata dia, juga telah mengajak stakeholder yang terkait dengan industri rokok, yakni Departemen Perindustrian, Departemen Keuangan, dan Asosiasi produsen membahas road map industri rokok dalam jangka panjang.

Ditanya soal rencana menaikkan harga jual eceran (HJE) rokok, Anwar menjawab bahwa soal itu masih dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Dia menyatakan, kalau nantinya terpaksa HJE naik diharapkan tidak terlalu tinggi tetapi hanya menyesuaikan besaran angka inflasi.

"Kalau saya sih mudah-mudahan tidak ada kenaikan lagi. Tapi kan tidak bisa," kata dia. Anwar mengakui industri mengalami kesulitan dengan kenaikan-kenaikan tarif.

AGUS SUPRIYANTO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan