Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Holding BUMN Dongkrak Kesejahteraan
Rabu, 04 Juli 2007 | 14:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kocek pegawai di Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepertinya akan bertambah tebal. Pasalnya, menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan A. Djalil, kesejahteraan karyawan kementerian BUMN akan meningkat drastis setelah dibentuknya perusahaan induk BUMN.

Saat ini, kementerian BUMN yang menaungi sekitar 130an perusahaan milik negara mengalami banyak hambatan karena birokrasi dan aturan main yang rumit.

"Setelah dibentuk seperti Khazanah Berhad (Malaysia), saya jamin gaji ibu dan bapak akan naik 2-3 kali lipat," kata Sofyan dihadapan sekitar 200 karyawan kementerian dalam pertemuan rutin dengan karyawan di kementerian itu.

Jumlah karyawan corporate center Khazanah, sekitar seratus orang dengan gaji yang terbilang tinggi untuk kawasan Asia.

Sofyan mengatakan, potensi BUMN yang sangat besar sulit berkembang karena terikat oleh banyak peraturan perundangan. Kondisi ini membuat BUMN sulit berkompetisi dengan swasta yang diatur oleh lebih sedikit perundangan.

"Jadi misi saya adalah menghapus jabatan saya sendiri. Mudah-mudahan saya menjadi menteri negara BUMN yang terakhir," kata dia.

Ia mencontohkan kondisi Khazanah Berhad, yang mengelola BUMN Malaysia. Sejak menjadi korporat penuh dan terlepas dari intervensi politik dan birokrasi, kondisinya meningkat drastis.

"Dalam tiga tahun terakhir keuntunganya tumbuh sekitar 308 persen," kata dia. Kemajuan yang sama juga dialami oleh Temasek Singapura.

Sofyan mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah secara strategis hingga terwujudnya BUMN holding ini.

BUDI RIZA

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
Mengkaji Hoki Berjodoh | 14 Pebruari 2005
Juragan Baru Para Pekerja | 07 Pebruari 2005
Dua yang Terseret Global | 03 Januari 2005
Sopir Baru Bank Mandiri  | 10 November 1998
Bisnis Sepekan | 23 Maret 1999
Gelombang Terjal Menerpa Grosbeak  | 16 Maret 1999
Bisnis Sepekan | 29 November 2004
Kredit Seret Jangan Gelondongan | 29 November 2004
Bisnis Sepekan  | 15 Desember 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Tanya Krakatau Steel
Saham-saham BUMN Tergerus
PGN Bagikan 50 Persen Deviden
Adhi Karya Segera Lepas Saham
Unilever Bagi Dividen Rp 1,5 Triliun
Indofood Bagikan Dividen Rp 264 Miliar
Bank Eksekutif Rugi Rp 13 Miliar
Bank Muamalat Bagikan Dividen Rp 85,6 Miliar
Pesangon Karyawan PT DI Dibayar Setelah PP Terbit
Adhi Karya Harus Bayar Dividen
> selengkapnya...

Referensi

Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Profil Syafruddin Arsyad Temenggung
PP RI No.61 Thn. 2003 Tentang Perubahan Atas PP No.7 Thn.2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (PERUM) BULOG
PP RI No.27 Thn.2003 Tentang Penjualan Sahan Milik Negara RI Pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT.Bank Mandiri
PP RI No.26 Thn.2003 Tentang Penambahan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Sahan Perusahaan Perseroan (Persero) PT.Bank Mandiri
> selengkapnya...

Website

Kementerian BUMN

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk103081 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data