Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

BI: Belanja Modal Daerah Tak Seragam
Rabu, 04 Juli 2007 | 17:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Belanja modal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah selama semester pertama 2007 belum seragam.

Gubernur Bank Indonesia Buhanuddin Abdullah mengatakan, belum meratanya belanja modal anggaran daerah amat terkait dengan fungsi intermediasi.

“Rendahnya belanja modal APBD berarti kredit dari perbankan di daerah juga akan rendah,” kata Burhanuddin dalam acara Penandatangan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K) di Gedung Bank Indonesia.

Kesimpulan itu didapat setelah Burhanuddin menggelar pertemuan dengan seluruh pimpinan Kantor Bank Indonesia di seluruh Indonesia.

Ada beberapa daerah di pulau-pulau besar yang belanja modalnya sudah cukup tinggi. Tapi belanja modal di beberapa daerah lainnya masih cukup rendah.

Selain anggaran daerah, pertemuan itu juga membahas upaya mendorong produksi tani. Sebab produk-produk pertanian ternyata berpengaruh langsung terhadap inflasi. "Dan ini menjadi tugas kami untuk mengendalikan inflasi,” katanya.

AGOENG WIJAYA

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dibidik dari Segala Penjuru | 11 April 2005
Menunggu Opini Sebelum Sanksi | 11 April 2005
Longsor Digoyang Inflasi | 11 April 2005
Mosi Tak Percaya atau Apa | 28 Pebruari 2005
Bank Indonesia Harus Lebih Awas | 31 Januari 2005
Terseret Pusaran Utang  | 29 Desember 1998
Menuntut si Kebal Hukum  | 22 Desember 1998
Seperti Membunuh Kanker dengan Sup  | 15 Desember 1998
Rekapitalisasi Itu Mengundang Risiko  | 24 November 1998
Bisnis Sepekan | 17 Januari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Linkage Program akan Libatkan Koperasi
BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga
Kejahatan Perbankan Merambah Pedesaan
Lembaga Mediasi BI Tuntaskan 68 Kasus
BI Pesimistis Perbankan Capai Target Kredit
BI Ragukan Realisasi Target Kredit
M. Riawan Amin Terpilih Menjadi Ketua Asosiasi Bank Syariah.
Pemerintah Didesak Perhatikan Bank Syariah
Efisiensi Bank Milik Negara Dinilai Rendah
BI Lebih Dulu Siapkan Insentif UKM
> selengkapnya...

Referensi

Kasus Dipasena
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
Pemberantasan Korupsi dari Masa ke Masa
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Profil Iwan Prawiranata
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk103103 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data