Pemerintah Kerja Keras di Semester Dua 2007
Jum'at, 06 Juli 2007 | 08:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan melakukan sejumlah upaya untuk merealisasikan sejumlah target ekonomi pada semester dua 2007. Pasalnya, laporan kinerja pemerintah semester 2007 belum memenuhi angka yang di harapkan.
Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran memaparkan, dari perkiraan pemerintah di semester pertama 2007, asumsi makro yang telah ditetapkan belum bisa menjamin target yang ditetapkan bisa direalisasikan.
"Tentunya pada semester dua kami akan melakukan segala upaya agar target bisa terpenuhi," kata dia di Gedung DPR Kamis malam (5/7).
Sampai dengan Mei 2007, sejumlah indikator makro ekonomi pun belum memenuhi angka yang ditargetkan selama satu tahun. Pertumbuhan ekonomi sampai Mei hanya mencapai 6 persen sedangkan target tahunannya mencapai 6,3 persen. Begitu juga inflasi, sampai Mei angkanya mencapai 6,5 persen sedangkan target penurunannya untuk satu tahun diangka 6,1 persen.
"Semester dua 2007 diperkirakan akan membaik," kata dia. Indikatornya, menurut dia, karena pada periode tersebut stabilias ekonomi semakin baik dengan berkurangnya tekanan inflasi, menurunnya suku bunga secara bertahap, dan terkendalinya nilai tukar rupiah.
"Stimulus fiskal untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek infrastruktur juga mulai berjalan," ujar dia.
Sedangkan dari sisi eksternal, menurut Sri Mulyani, peluang peningkatan ekspor dan arus masuk investasi asing semakin tinggi karena pengaruh pertumbuhan ekonomi Cina dan India. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jepang juga akan mendorong perbaikan ekonomi Indonesia. "Tingginya ekses likuiditas dunia juga mempengaruhi," ujar dia.
Sri Mulyani mengakui, defisit anggaran dalam semester pertama meningkat dari seharusnya Rp 1,6 triliun menjadi Rp 2 triliun. Secara keseluruhan defisit anggaran 2007 mengalami peningkatan dari 40,5 persen menjadi Rp 59,9 triliun. "Pada semester dua, kondisi perekonomian akan menunjang penyerapan dan penerimaan yang diharapkan," katanya.
Anggota Panitia Anggaran Ramson Siagian menilai pemerintah harus punya keajaiban di semeter dua untuk mewujudkan realisasi target yang telah diharapkan. Dari sisi belanja juga, kata dia, pemerintah semester I baru merealisasikan 37,8 persen dari target yaitu baru Rp 288,4 trilun dari target Rp 763,6 persen. "Ini harus benar-benar dilakukan dengan kerja keras," kata dia.
Dari sisi pendapatan, kata dia, baik penerimaan dalam negeri berupa pajak dan hibah, realisasinya baru mencapai Rp 286,4 triliun atau 39,6 persen dari target sebesar Rp 723,1 triliun. "Pemerintah akan melakukan sejumlah revisi dari target penerimaan nanti dalam APBNP 2007, karena pencapaian semester pertama harus direalistiskan dalam pencapauan target kedepan," kata dia.
Anton Aprianto




Komentar Anda :