Saham Sektor Telekomunikasi Masih Prospektif
Senin, 09 Juli 2007 | 04:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan analis memperkirakan saham-saham emiten sektor telekomunikasi di bursa Jakarta belum akan terpengaruh oleh kebijakan pembatasan kepemilikan asing. Dalam sepekan ini, saham di sektor ini masih prospektif dan harganya berpeluang menguat.
Menurut analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah, pengaruh kebijakan pembatasan kepemilikan pada telekomunikasi, khususnya seluler, masih relatif kecil. “Sehingga sektor ini masih memiliki prospek yang bagus,” ujarnya kepada Tempo akhir pekan lalu.
Analis Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga juga mengatakan pembatasan kepemilikan asing di perusahaan telekomunikasi hanya akan berdampak dalam jangka panjang. "Dalam jangka pendek tidak akan berpengaruh, dan saat ini belum terlihat adanya tekanan," kata Edwin.
Menurut dia, Edwin menyatakan, saat ini pasar tidak tampak merespons adanya pembatasan itu. Karena kebijakan pembatasan kepemilikan asing tidak berlaku surut, sehingga tidak akan mempengaruhi investor lama. "Jadi bisa dikatakan mereka (para investor dan pelaku pasar) tidak memperhatikan," tuturnya.
Namun, lanjut Edwin, pengaruh pembatasan kepemilikan itu secara jangka panjang dapat meruntuhkan investasi di bidang telekomunikasi ini. Gejala awalnya, saham akan terkena tekanan dan harga menurun. "Perkiraan, penurunan average (rata-rata) bisa mencapai 15 persen," ujar dia.
Analis Recapital Securities Satrio Utomo berpendapat pengaruh pembatasan kepemilikan asing di perusahaan telekomunikasi terhadap pergerakan saham tidak akan jauh dari harga pasar. "Dalam jangka pendek ini masih dimungkinkan munculnya sentimen positif," tutur Satrio.
Melihat prospek yang masih cukup terbuka lebar ini, Alfiansyah memprediksi saham PT Indosat Tbk. (Indosat) berpotensi menguat hingga 20 persen hingga akhir tahun 2007. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) diperkirakan masih berpeluang mencapai harga di level Rp 11.500. "Secara teknis dapat mencapai double bottom, dan masih menjanjikan keuntungan," katanya.
Untuk kenaikan PT Exelcomindo Pratama Tbk., akan terpengaruh oleh kondisi yang kurang likuid. "Jadi penguatannya terbatas," ujarnya. Dalam pekan ini, Alfiansyah merekomendasikan beli bagi saham Indosat dan Telkom.
Yudhi Sadewa, analis Danareksa Sekuritas, juga merekomendasikan beli bagi saham-saham emiten telekomunikasi yang sudah ada. "Kalau mau beli, beli saja. Pembatasan itu kesannya seperti jaminan atau garansi memonopoli market bagi pemain lama," katanya.
WAHYUDIN FAHMI





