BI Desak Bank Tak Serap Pegawai Out Sourching
Senin, 09 Juli 2007 | 11:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia mendesak perbankan tak lagi menyerap tenaga kerja lewat sistem kontrak atau out sourching.
Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan, banyak bank saat ini masih berpikir jangka pendek dalam pengelolaan sumber daya manusia. Bank, kata Burhanuddin, masih menerima pegawai dengan sistem kontrak.
"Padahal seharusnya bank memandang pegawai sebagai investasi jangka panjang," kata Burhanuddin dalam Seminar Pelaksanaan Good Corporate Governance Perbankan Indonesia di Kampus LPPI.
Dia menjelaskan, hal yang perlu dikhawatirkan dalam perekonomian Indonesia saat ini adalah jika terjadi proses penurunan daya saing secara sistematik. "Jika ini terjadi pertumbuhan ekonomi tak akan banyak berati," katanya.
Oleh karena itu, perbankan-sebagai salah satu bagian perekonomian-harus meningkatkan daya saing. Hal yang paling penting, perbankan harus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. "Bagaimana bisa meningkatkan daya saing jika hanya menerima pegawai hanya jangka pendek," katanya. Namun, kata dia, Bank Indonesia belum mengeluarkan aturan khusus tentang pegawai kontrak di perbankan ini.
AGOENG WIJAYA





