Produksi Kapas Australia Turun Drastis
Senin, 09 Juli 2007 | 18:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Produksi kapas Australia, yang berkontribusi 20 persen untuk kebutuhan industri tekstil nasional, mengalami penurunan drastis. Musim kering menyebabkan kapasitas produksi kapas negara asal Kanguru itu turun hingga 67,64 persen menjadi 1,1 juta ball kapas tahun ini dari posisi sebelumnya 3,4 juta ball kapas.
"Penurunan produksi menyebabkan harga kapas asal Australia mengalami kenaikan," ujar penasihat Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Annas Sukarmadi, Senin (9/7). Saat ini harga kapas Australia sebesar 70 sen per pon. Harga ini berbeda 4-5 sen dari kapas asal Amerika, namun jauh lebih tinggi dari kapas asal Afrika.
Menurut Ketua Australian Cotton Shippers Association, Tony Geitz, tahun depan diproyeksikan akan ada penurunan kapas hingga produksi hanya 800 ribu ball. "Kapas kami mengandalkan sistem irigasi. Tanpa ada hujan, irigasi tak berjalan," jelas Tony.
Tony berjanji, produsen kapas asal Australia akan tetap berupaya menjamin pasokan kapas ke Indonesia, meski produksi terbatas. Pasar kapas Australia ke Indonesia memegang peranan signifikan, sebesar 24 persen, dan China terbesar sebanyak 36 persen. Penurunan produksi kapas Australia, tak membuat produsen itu khawatir kehilangan pasar di Indonesia. "Kapas Australia tetap dibutuhkan karena kualitasnya lebih baik," ujarnya.
YULIAWATI





