Pemerintah Tolak Turunkan Bea Masuk Baja
Senin, 09 Juli 2007 | 18:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perindustrian belum akan menurunkan tarif bea masuk baja, meskipun industri hilir baja mengalami keterpurukan. Pemerintah menilai tarif baja saat ini telah sesuai kepentingan pengembangan industri hulu, antara dan hilir dari sektor baja.
Pemerintah menerapkan tarif baja canai panas (hot rolled coal/HRC) sebanyak lima persen, tarif bea masuk baja canai dingin (cold rolled coal/CRC) sebesar 10 persen dan tarif bea masuk baja lapis seng (galvanized iron/bjls) sebesar 12,5 persen. Penerapan tarif bea masuk baja canai panas membuat industri seng keteteran. Alasannya, industri seng tergantung bahan baku impor hingga 50 persen, sehingga hanya 9 perusahaan dari 16 perusahaan seng yang masih berproduksi. (Koran Tempo, 9 Juni 2007).
Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka, Ansari Bukhari, penerapan tarif saat ini telah sesuai effective protection rate bagi industri dalam negeri. "Untuk jangka pendek, sepertinya tak ada perubahan tarif. Tapi kami tetap terbuka usulan dari pihak industri," ujar Ansari kepada Tempo, Senin (9/6).
YULIAWATI




Komentar Anda :