Inkud Dapat Dana Rp 2,2 Triliun
Selasa, 10 Juli 2007 | 08:37 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Untuk mengembangkan kapasitas bisnis Koperasi Unit Desa (KUD), Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) telah menjalin kerja sama dengan Asia International Finance Holding (AIFH). Dalam kerja sama itu ditanda-tangani komitmen bantuan dana senilai US$ 300 juta dari AIFH.
”Saat ini, US$ 230 juta atau Rp 2,2 triliun sudah siap dicairkan untuk jangka waktu 25 tahun,” papar Ketua Inkud Herman YL Wutun di sela-sela Rapat Anggota Inkud Tahun 2007 di Sanur, Bali, Selasa (10/7).
Kerja sama pada awalnya meliputi 8 program utama di bidang perikanan, distribusi dan retail, biofuel, perbankan dan simpan pinjam, asuransi, pertambangan, perdagangan internasional, dan penciptaan jaringan online di seluruh jaringan Inkud.
Dalam acara RAT, jelas Wutun, akan ditambah dengan penyediaan pupuk dan pangan yang selama ini menjadi bisnis inti Inkud.
“Sektor lain yang belum tercakup dapat dilaksanakan selama menyentuh kepentingan petani dan nelayan,” tegasnya.
Kerja sama itu berawal ketika pada 14 September 2005, INKUD membuka kantor perwakilan di Taiwan untuk membangung komunikasi dan kemitraan dengan manca negara. Kemudian mereka bertemu dengan pihak AIFH yang tertarik dengan keluasan jaringan INKUD di Indonesia.
Serangkaian RAT, INKUD juga menandatangani kerja sama dengan PT Sari Wangi untuk distribusi produk teh saring. Juga dengan PT Siti Inggil untuk menyediakan alat pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi anggota di daerah terpencil yang belum terjangkau layanan PLN.
Sebelumnya, INKUD telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk meningkatkan kapasitas KUD. Termasuk juga dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk peningkatan kualitas dan produktivitas pengolahan hasil pertanian.
Rapat Anggota Tahun 2007 diikuti oleh 160 orang dari 27 Pusat KUD Seluruh Indonesia dan 2 Pusat Koperasi di DKI Jakarta.
Wutun menyebutkan, RAT itu adalah awal bagi kebangkitan INKUD setelah sekian lama mati suri.
ROFIQI HASAN





