Wijaya Karya Cari Kredit untuk Proyek Kereta Bandara
Kamis, 12 Juli 2007 | 00:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Wijaya Karya sedang menjajaki pengajuan kredit ke beberapa bank untuk pembiayaan proyek kereta bandar udara. "Fokusnya kepada bank-bank BUMN,” Direktur Utama Wijaya Karya A. Soetjipto kepada Tempo kemarin di Jakarta.
Menurut dia, uang pinjaman itu akan dipakai untuk memenuhi 70-75 persen biaya sesuai dengan penyertaan modal Wijaya Karya dalam proyek itu. Sedangkan sisanya, dari kas internal perseroan.
Soetjipto mengaku ada bank asing yang bersedia mengucurkan kredit. “Asal proyeknya sudah jelas," ucapnya. Kini, penyertaan modal masih dalam pembahasan hingga feasibility study atau studi kelayakan selesai.
Sebelumnya, Soetjipto menyatakan dalam proyek senilai Rp 1,7 triliun itu PT Jasa Marga dan Wijaya Karya memiliki modal masing-masing 30 persen. PT RaiLink, pemenang tender proyek kereta bandara, menguasai 40 persen.
Menurut Soetjipto, dalam cetak biru, rel kereta ganda itu akan membentang sepanjang 27 kilometer dari Stasiun Duri hingga Bandara. Di atasnya akan dibangun jalan tol yang langsung menuju bandara tanpa ada jalur keluar. (Koran Tempo, 10 Juli 2007)
RaiLink bersama dua perusahaan milik negara itu pada Rabu pekan lalu meneken nota kesepahaman kerja sama pengerjaan proyek. Menurut Direktur Utama RaiLink Masjraul Hidayat, kerja sama akan mengarah pada penyertaaan modal.
"(Tapi) Kami lihat dulu layak tidak," ujar Masjraul. "Studi kelayakan ditargetkan selesai Agustus nanti." Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Okke Marlina pun menyatakan pembicaraan belum menyinggung soal penyertaan modal. (Koran Tempo, 5 Juli 2007)
Soetjipto membenarkan penyertaan modal belum resmi diputuskan. "Ternyata penetapan penyertaan modal belum diputuskan resmi.”
Ketiga investor, kata Soetjipto, akan mengoptimalkan aset masing-masing dalam proyek itu. Wijaya Karya akan mengoptimalkan alat-alat konstruksi untuk jembatan, jalan, listrik, dan rel kereta. "Kami siap,” ujarnya.
Wahyudin Fahmi




Komentar Anda :