Semesta Minta Waktu Perbaiki Manajemen
Kamis, 12 Juli 2007 | 03:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Departemen Pekerjaan Umum Hisnu Pawenang mengatakan bahwa PT Semesta Marga Raya, investor jalan tol Kanci-Pejagan, meminta waktu untuk memperbaiki manajemen perusahaan.
Ia menjelaskan, permintaan itu disampaikan setelah manajemen Semesta, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh kelompok usaha Bakrie, menemui PT Bank Negara Indonesia Tbk. sebagai leader bank-bank pemberi kredit.
"Mungkin (perbaikan itu mengenai) perubahan anggota direksi dan komisaris," kata Hisnu di kantornya, Jakarta, kemarin. Tapi, ia mengaku tak tahu apakah Semesta akan memasukkan kembali Komisaris Independen Syarifuddin Alambai dan Direktur Teknik Jamalludin Herman yang sebelumnya didepak secara sepihak.
Muhammad Sahid Mahudie, Komisaris Semesta, tak mau berkomentar banyak. Ia hanya menyatakan berharap BNI dan BRI mendukung perubahan manajemen. “Mudah-mudahan bisa didukung,” ujarnya. Sebelum perubahan pengurus, Mahudie menjabat direktur utama.
Kisruh di tubuh Semesta bermula dari pencopotan Alambai dan Jamal pada 25 Juni 2007 tanpa sepengetahuan mereka. Padahal, dalam perjanjian kredit sekitar Rp 1,4 triliun dengan BNI dan PT Bak Rakyat Indonesia Tbk, mereka masuk dalam struktur pengurus yang tak boleh diubah tanpa izin dari bank hingga utang lunas.
"Kami menjadi jaminan personal,” ujar Alambai yang bekas Direktur Utama PT Jasa Marga. Sedangkan Jamal adalah bekas Pemimpin Proyek tol Cipularang.
Pelanggaran perjanjian bisa membuat bank batal mengucurkan kredit ke perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki keluarga Bakrie itu. Bahkan, bank bisa mengambilalih manajemen proyek.
BNI menilai pergantian komisaris dan direksi itu menyalahi ketentuan. Menurut Direktur Korporasi BNI Achmad Baiquni, seharusnya pergantian dilakukan atas izin BNI. "Ada sesuatu yang tak sesuai dengan ketentuan," ujarnya.
Menurut dia, seluruh informasi diserahkan kepada komisi pemutus BNI untuk diputuskan pekan ini. "Masalah ini harus secepatnya tuntas." (Koran Tempo, 4 Juli 2007)
Konflik tadi juga membuat Panitia Pembebasan Tanah menghentikan kerjanya. Menurut Hisnu, itu panitia membutuhkan kepastian penyediaan dana untuk pembebasan lahan.
Panitia baru membebaskan lahan senilai Rp 1,4 miliar, dari total kebutuhan Rp 122 miliar, dari kantong Semesta. Semesta akan mendapat pinjaman dana talangan untuk pembebasan lahan Rp 65 miliar dari Badan Pengatur. Tapi, "Bank garansi yang dijanjikan belum ada,” kata Hisnu.
Rieka Rahadiana





