Bumi Incar Tambang Bijih Besi di Mauritania

Kamis, 12 Juli 2007 | 05:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bumi Resources Tbk. serius masuk bisnis pertambangan emas, perak, tembaga, dan besi. Saat ini perseroan melalui melalui anak perusahaan tengah mengincar perusahaan tambang bijih besi di Mauritania.

Sumber Tempo di kalangan pelaku pasar modal menyebutkan Bumi masih terus menggodok rencana pengambilalihan saham perusahaan tambang tersebut. Kendati begitu, dia melanjutkan, Bumi mentargetkan perusahaan tambang bijih besi itu bisa mulai beroperasi pada 2011.

Sejalan dengan rencana tersebut, Bumi juga mengkaji untuk mencatatkan saham anak perusahaannya itu di bursa luar negeri. "Bursa London adalah salah satu bursa yang direncanakan perseroan," ujarnya kemarin.

Sumber itu menjelaskan Bumi Resources juga tengah membidik sebuah perusahaan tambang emas di Sulawesi. Perseroan mentargetkan bisa memulai operasi perusahaan tersebut pada 2010.

Direktur Keuangan Bumi Resources Eddi J. Sobari mengakui adanya rencana perseroan merambah bisnis tambang emas, perak, dan tembaga. "Bagi kami, tak tertutup kemungkinan atas hal itu," ujarnya kemarin. Namun, dia tak mengetahui secara terperinci soal ekspansi tersebut. "Saya tak ingat semua, mesti dicek dulu."

Mengenai rencana akuisisi tambang bijih besi di Mauritania, Eddi menjelaskan, saat ini perseroan sedang dalam tahap penjajakan dengan pemerintah setempat. "Kami sedang melakukan komunikasi dengan pemerintah di sana. Sedang dalam proses," ujarnya.

Untuk proses itu, Edi mengaku tak ada tenggat. "Namanya ekspansi, ya, dijalani saja. Kalau lancar, ya, bisa cepat selesai," tuturnya.

Selain mengincar dua perusahaan tambang itu, perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini bersaing menjadi pemenang dalam proses divestasi tiga persen saham PT Newmont Nusa Tenggara senilai US$ 109 juta. Bumi menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Sumbawa dengan membentuk perusahaan patungan, yakni PT Gerbang Emas.

Pengamat pasar modal PT Finan Corfindo Nusa, Edwin A. Sinaga, mengatakan langkah diversifikasi usaha tambang mineral yang akan dilakukan Bumi adalah langkah positif. Selain jenis komoditas yang akan dihasilkan nantinya akan bertambah banyak, prospek di masa mendatang cukup bagus di tengah harga komoditas logam yang masih tinggi seiring dengan naiknya harga minyak dunia.

Meski demikian, Edwin mengimbau perseroan memberikan penjelasan kepada investor soal rencana tersebut secara lebih mendetail dan sumber dana yang akan digunakan untuk transaksi itu.

Harga saham Bumi pada transaksi kemarin ditutup turun 3,73 persen (Rp 100) dari Rp 2.675 menjadi Rp 2.575 per lembar. Harga saham tertinggi Rp 2.775 per lembar terjadi pada transaksi 9 Juli lalu. Edwin menilai harga saham Bumi sudah mengalami kenaikan yang panjang dan cenderung mengalami konsolidasi. "Target proyeksi harga selama 2007 bisa mencapai level Rp 3.000 per saham," ujarnya.

l PADJAR ISWARA | AGUSLIA HIDAYAH | MUCHTAR WIJAYA






Komentar Anda

Kirim