Rupiah Stabil di Rp 9.000 per Dollar AS
Senin, 16 Juli 2007 | 08:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pergerakan nilai tukar rupiah di lantai bursa hari ini diperkirakan tetap anteng di posisi Rp 9.000. Pada penutupan perdagangan Jumat (13/7) lalu, rupiah menguat 30 poin.
Analis valas Fahrial Anwar berpendapat, pelaku pasar tak berani membawa rupiah yang menyebabkan nilai rupiah tak banyak berubah dari level penutupan.
"Kebijakan BI tak mendukung," katanya kepada Tempo, Senin (16/7). Ia melanjutkan, dari berbagai pernyataan Gubernur Bank Indonesia di berbagai kesempatan tersirat keinginan bank sentral untuk tetap mempertahankan rupiah pada level di atas Rp 9.000.
Bank Indonesia beralasan kebijakan itu diambil guna mendorong ekspor. Sebab, bila nilai rupiah di bawah Rp 9.000 maka eksportir akan merugi. "Itu naif," tegas Fahrial. Ia berpendapat, para eksportir telah menikmati "keuntungan" yang besar sejak 1997.
Ia menjelaskan, kondisi pasar modal yang bagus juga tak akan membuat nilai rupiah bergerak di bawah Rp 9.000. "Kalau indeks menembus 2.300 kan sudah gila-gilaan, banyak asing yang membeli saham," ujar dia.
Kendati demikian, Fahrial optimistis rupiah akan tertahan di posisi Rp 9.000. "Gak akan menjauh dari Rp 9.075-9.000, mondar-mandir di situ saja," jelasnya.
Ia pun menyatakan keyakinan meski indeks menembus 2.500, nilai rupiah tak akan bergerak. "Saya tak melihat alasan melemah, harusnya rupiah menguat," kata Fahrial.
Rieka Rahadiana
Topik :




Komentar Anda :