Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pelanggaran Hak Buruh di Banglades Diselidiki
Senin, 16 Juli 2007 | 08:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Peretail busana berharga murah asal Inggris, Asda, tengah menyelidiki tuduhan pelanggaran hak buruh mereka di fasilitas produksi Banglades. Demikian diberitakan Harian The Guardian, Senin (16/7) seperti dikutip AFP.

Menurut wawancara harian itu dengan para buruh dari tujuh pabrik yang berbeda di negara itu, pabrik yang juga mensuplai barang untuk Tesco dan Primark, memaksa buruh untuk bekerja hingga 84 jam seminggu dengan gaji yang sangat rendah dalam kondisi (ekonomi) yang sulit.

Padahal, tiga pabrik milik Asda itu memberikan kontribusi sebesar 43 persen dari nilai pasar busana Inggris 7,8 miliar Pounds (setara dengan 11,5 miliar Euro atau US$ 15,9 miliar).

Buruh pabrik itu mengatakan bahwa mereka menolak akses ke serikat dagang dan menyatakan bahwa empat buruh telah dipecat bulan lalu karena berusaha membentuk serikat pekerja.

Azizul, 28 tahun, mengatakan bahwa dia telah dipecat dari pabriknya karena mengambil dua hari ijin untuk membawa bayinya ke rumah sakit, dan Parvin, 25 tahun, mengatakan dirinya "diancam dan ketakutan" setelah atasannya menampar rekan kerjanya karena tak memenuhi target.

The Guardian mengatakan, buruh pabrik itu digaji sangat rendah, sehingga mereka berjuang keras untuk mencukupi keluarga meski para buruh telah bekerja lebih dari 84 jam seminggu.

Juru bicara Asda mengatakan bahwa pihaknya akan mengaudit ulang seluruh fasilitasnya di Banglades. "Kami menemukan pelanggaran yang tak bisa diterima."

"Nampaknya satu dari pabrik kami, yang telah diaudit tiga kali setahun, telah memberikan pekerjaannya kepada pabrik lain tanpa sepengetahuan kami dan bertentangan dengan keinginan kami."

Primark mengatakan bahwa perusahaannya telah mengaudit seluruh pemasok dari Banglades dalam kurun enam bulan ini dan telah menyetujui program remediasi dengan pekerja yang pelanggaran.

Sementara itu, Tesco, mengatakan bahwa mereka tak bisa menanggapi tuduhan yang dibuat oleh The Guardian karena harian itu tak menyebutkan secara spesifik, pabrik yang telah melakukan pelanggaran. Juru bicaranya menambahkan, Asda telah melakukan audit mendadak ke seluruh fasilitas produksi di Banglades.

Pemilik pabrik di Banglades, yang memasok untuk Amerika Serikat dan Jerman, mengatakan bahwa pembeli akan meninggalkannya kecuali ia menetapkan gaji yang rendah.

"Pembeli yang datang ke Banglades berkata kepada kami, 'Kami bussinesmen, kami ingin menghasilkan uang. Kalau harga di Cina lebih rendah, kami akan ke sana'," ujarnya seperti dikutip oleh The Guardian.

Rieka


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

600 Juta Buruh Bekerja Melebihi Jam Kerja
Buruh Tangerang Tuntut Pembebasan Rekannya
Polisi Tangkap Dua Orang Buruh
Besok, 20 Ribu Buruh Tangerang ke Jakarta

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk103760 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data