|
Harga Susu Masih Akan Terus Naik
Senin, 16 Juli 2007 | 10:26 WIB
TEMPO Interaktif, New Jersey:Harga susu dan produk turunannya diperkirakan masih akan terus naik seiring belum membaiknya iklim global yang mempengaruhi produksi sapi dunia. Padahal, di saat yang sama permintaan terhadap produk turunan dari susu kian bertambah.
Kenaikan harga ini salah satunya karena adanya badai di seluruh dunia yang menyebabkan sapi makin kurus dan memaksa para peternak menjual sapinya. "Peternak menjual sapinya karena butuh uang," kata Managing Editor Hoard's Dairyman Steven Larsen--perusahaan publikasi perdagangan Wisconsin.
Selain itu, peternakan di Australia dan Selandia Baru mengalami kekeringan. Akibatnya suplai lemak jenuh, kasein dan susu bubuk juga menipis.
Sedangkan permintaan kian melonjak di Cina karena ada program perbaikan nutrisi. "Permintaan susu bubuk di Asia naik seiring pendapatan meningkat," kata Larsen.
Meningkatnya permintaan seiring makin ketatnya suplai ke pasar menyebabkan harga susu segar naik US$ 4 dan ke depan bisa naik hingga US$ 5 per galonnya.
Secara nasional, tercatat rata-rata harga susu selama Juni US$ 3,55 per galon. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, angka ini 68 persen naik periode yang sama dibanding tahun lalu.
Harga produk turunan susu juga telah merangkak naik. Pekan lalu, keju batangan dijual US$ 1,95 per pon di Chicago Mercantile Exchange, atau naik dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 1,16 per pon.
Sementara itu, selama tiga bulan belakangan ini harga keju di Inggris telah naik 350 poundsterling, atau menembus dari harga normal 2.000 poundsterling per ton.
"Kenaikan harga ini disebabkan adanya gejolak harga mentega dan susu bubuk yang berdampak pada pasar keju," kata Nigel White, sekretaris British Cheese Board--sebuah badan yang beranggotakan lebih dari 40 perusahaan pembuat keju di Inggris.
RR ARIYANI | COURIER POST ONLINE | THE OBSERVER
INDEKS BERITA LAINNYA :
|