Penjualan Sepeda Motor Akan Tembus 5 Juta Unit
Senin, 16 Juli 2007 | 20:47 WIB
TEMPO Interaktif, Karawang:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakin penjualan sepeda motor tahun ini tembus lima juta unit. Naiknya penjualan sepeda motor tersebut menunjukkan sektor riil Indonesia tumbuh seiring pertumbuhan makro ekonomi.
"Penjualan 5 juta unit sepeda motor bisa tembus, setelah itu akan ada kenaikan konsumsi atau kebutuhan sepeda motor," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin(16/7), saat meresmikan pabrik PT TVS Motor Indonesia di Kawasan Industri Surya Cipta Karawang.
Penjualan sepeda motor semester pertama tahun ini berdasarkan data AISI mencapai 2,2 juta unit. Presiden Yudhoyono mengatakan penjualan sepeda motor naik 7,64 persen dari angka penjualan sekitar 4,5 juta kendaraan. Naiknya penjualan karena suku bunga pinjaman yang turun dan daya beli masyarakat yang naik.
Presiden mengakui penjualan otomotif mengalami kelesuan pada tahun lalu. Penyebabnya, pada 2005 pemerintah mencabut subsidi dan menaikkan harga bahan bakar minyak.
Pabrik seluas 20 ribu meter persegi ini menelan investasi sekitar US$ 50 juta. Kapasitas tahun pertama mencapai 300 ribu unit per bulan. Kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi satu juta unit perbulan pada 2011.
Mereka menetapkan pabrik di Indonesia sebagai basis produksi sepeda motor di Asia Tenggara. Pabrikan asal India ini akan meluncurkan motor bebek dengan merek Neo 110 xi.
Hadirnya motor baru ini, kata Presiden Yudhoyono akan meningkatkan persaingan industri sepeda motor dalam negeri. Mereka akan bersaing dengan meningkatkan efisiensi sehingga menguntungkan konsumen dengan mendapatkan produk yang murah.
Presiden berharap, tumbuhnya industri otomotif juga akan mengerakkan industri otomotif hilir. "Dari industri komponen, industri perakitan, jasa, jual beli, perbengkelan diharapkan berjalan baik dan menyerap tenaga kerja," kata dia.
SUTARTO





