Kenaikan Harga Minyak Dunia Picu Pelemahan Indeks dan Rupiah

Selasa, 17 Juli 2007 | 11:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kenaikan harga minyak dunia akan memicu sentimen negatif terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan stabilitas rupiah. Hari ini, IHSG diperkirakan akan turun 15 sampai 20 poin sedangkan rupiah akan melemah sampai diangka Rp 200 per Dolar AS.

Menurut Analis Yulie Securindo Hendra Bujang, kondisi ini akan semakin parah jika Data Statistik Amerika Serikat keluar dan hasilnya memberikan gambaran negatif.

"Ini akan memicu penurunan signifikan terhadap IHSG dan pelemahan rupiah, apalagi kalau harga minyak kecenderungannya naik," kata Hendra saat dihubungi Tempo Selasa (17/7).

IHSG hari ini diperkirakan akan turun di angka 2.270 dibandingkan penutupan kemarin di angka 2.286. Sedangkan rupiah diperkirakan melemah sampai di angka Rp 9.250 per dollar AS dibandingkan penutupan kemarin di angka Rp 9.040. Sedangkan harga minyak dunia, hingga kemarin melonjak sampai di angka US$ 78,30 perbarel.

"Investor sedang menunggu kepastian tentang dua hal yaitu pengumuman data statistik Amerika pada Rabu atau kamis ini dan kecenderungan kenaikan harga minyak dunia," kata dia. Perubahan terhadap IHSG dan Rupiah secara signifikan diperkirakan akan terjadi pekan depan.

"Kalau kemiskinan Amerika turun, inflasinya turun, maka ini bisa meredam pengaruh harga minyak dunia, kalau terjadi sebaliknya maka akan mendorong investor menjual saham besar-besaran," kata Hendra.

Pengumuman data statistik Amerika inilah, kata Hendra, yang menjadi efek regional yang dirasakan pasar fortofolio Indonesia. Investor saat ini masih cenderung wait and see terhadap pengumuman data statistik dan kecenderungan kenaikan harga minyak.

"Faktor dari dalam masih adem ayem dan lebih pada sinyalemen positif akibat kinerja perekonomian pemerintah yang terus membaik di semeter kedua ini," kata dia.

Anton Aprianto

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: