Revisi Asumsi Harga Minyak Dalam Anggaran Disetujui
Selasa, 17 Juli 2007 | 14:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah dan Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat bersepakat untuk merevisi angka asumsi harga minyak dunia menjadi US$ 60 per barel dari US$ 63 per barel.
"Perubahan asumsi dasar ekonomi makro sudah diketok tadi malam ," kata Wakil Ketua Panitia Anggaran Hafiz Zawawi di sela-sela rapat paripurna Dewan di Senayan Jakarta, Selasa (17/7).
Beberapa variabel makro ekonomi lainnya juga disepakati sebagai asumsi dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2007. Di antaranya, asumsi pertumbuhan ekonomi tetap dipatok 6,3 persen.
Kemudian tingkat inflasi diturunkan dari target semula 6,5 persen menjadi 6 persen di APBN Perubahan, asumsi nilai tukar rupiah turun dari Rp 9.300 per dolar menjadi Rp 9.100 per dolar, asumsi suku bunga Sertifikat Bank Indonesia turun dari 8,5 persen menjadi 8 persen, dan lifting produksi minyak turun dari 1 juta barel per hari menjadi 0,95 juta barel per hari.
Ditanya apakah revisi asumsi harga minyak itu sudah mempertimbangkan kenaikan harga internasional akhir-akhir ini yang sudah menembus level US$ 80 dolar per barel, Hafiz menjawab pemerintah optimistis harga akan mengalami penurunan hingga akhir tahun. "Keterangan dari OPEC juga menyampaikan kenaikan harga saat ini hanya sementara," kata Hafiz.
AGUS SUPRIYANTO





