Setoran Dividen BUMN Naik Rp 2 Triliun
Senin, 23 Juli 2007 | 05:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut Sekreris Menteri Negara BUMN Said Didu, tambahan setoran dividen akan diambil dari PT Pertamina dan badan usaha pertambangan serta perbankan. "Kami akan ambil lewat mekanisme dividen interim tahun ini," katanya di Jakarta pekan lalu.
Pemerintah memang telah meminta Kementerian BUMN menaikkan dividen BUMN dari Rp 19 triliun menjadi Rp 21,6 triliun. Permintaan itu akibat adanya penigkatan defisit anggaran.
Dia mengatakan, sebagai ancar-ancar pemerintah akan mengambil sekitar Rp1,5 triliun dari Pertamina. "Kalau sisanya sih relatif mudah saja," kata dia. Beberapa BUMN
pertambangan, seperti Aneka Tambang dan Bukit Asam relatif memiliki arus kas yang berlebih.
Pengambilan dividen tersebut, kata dia, akan memperhatikan kebutuhan dari masing-masing perusahaan. "Jadi tidak akan merugikan perusahaan."
Soal dividen tersebut, belum lama ini Said pernah menyebutkan, penggunaan dividen interim perusahaan negara pada 2007 akan mengurangangi kapasitas setoran dividen BUMN ke pemerintah pada 2008. Karena itu, Kementerian BUMN akan menghitung ulang setoran keuntungan perusahaan pemerintah kepada APBN 2008. (Koran Tempo, 7/7).
Dia pun mengharapkan saham di BUMN minoritas, seperti Freeport, memiliki pay out ratio. Dengan demikian sebagian kenaikan dividen akan diambil dari BUMNminoritas itu.
Dia memperkirakan opsi penggunaan dividen interim ini akan berdampak pada penekanan kinerja BUMN selanjutnya. Termasuk adanya kemungkinan tidak tercapainya modal kerja BUMN 2008.
Budiriza





