Pelindo dan Samudera Indonesia Bangun Terminal Peti Kemas
Senin, 23 Juli 2007 | 06:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pelabuhan Indonesia IV dan PT Samudera Indonesia Tbk. sepakat membangun terminal petikemas di Palaran Pelabuhan Samarinda Kalimantan Timur. Nilai investasi pembangunan infrastruktur pelabuhan dan pelayaran mencapai sekitar Rp 380 miliar.
Direktur Utama Pelindo IV Djarwo Suryanto mengatakan, pengembangan pelabuhan bersama investor nasional merupakan kerja sama pertama kali di Tanah Air. "Kerja sama ini bersifat built operate and transfer (bangun, kelola dan transfer) selama lima puluh tahun," kata dia. Pelabuhan baru diharapkan rampung dalam 24 bulan.
Sudjarwo menjelaskan, pelabuhan baru tersebut akan menggantikan pelabuhan lama yang sudah tidak memadai lagi. "Sejak 2001 sebenarnya sudah dikaji untuk dipindahkan ke lokasi baru," ujarnya.
Berdasarkan data yang ada, kata dia, volume peti kemas hingga tahun lalu mencapai 137 ribu teus (kotak). "Padahal kapasitas maksimal hanya 120 ribu teus," kata dia.
Direktur Pengembangan dan Pemasaran Pelindo IV Max K. Lumempouw mengatakan, pembangunan pelabuhan tersebut akan menguntungkan karena Pelindo IV bisa memperoleh 53--55 persen dari laba bersih infrastruktur tersebut. "Plus sepuluh persen dari pendapatan kotor," kata dia.
Max mengatakan, setoran bagi hasil yang diperoleh itu masih akan dibagi dua dengan pemerintah kota Samarinda.
Direktur Utama Samudera Indonesia Randy Efendi mengatakan, pendanaan pembangunan pelabuhan seluruhnya akan ditanggung perusahaan lewat anak perusahaan patungan.
Anak perusahaan bernama PT Pelabuhan Samudera Palaran merupakan perusahaan patungan dengan Pelabuhan II. "Kami akan cari pinjaman perbankan," kata dia.
Mengenai kinerja Pelindo IV, Sudjarwo mengatakan, perusahaan membukukan laba sekitar Rp102 miliar dengan pendapatan sekitar Rp300 miliar. Perusahaan ini mengelola 21 pelabuhan dari Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
budiriza





