Subsidi Langsung Tunai Dilanjutkan
Senin, 23 Juli 2007 | 15:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah melanjutkan program subsidi langsung tunai 2006 dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk program ini, pemerintah mengucurkan dana hingga Rp 1 triliun. Dana tersebut akan disebar ke sejumlah instansi pemerintah yang terlibat program ini.
Departemen Sosial sebagai pelaksana inti mendapat jatah anggaran terbesar Rp 843,6 miliar. Badan Pusat Statistik sebagai pensurvei dan penyedia data statistik menerima Rp 134,4 miliar. Departemen Komunikasi dan Informatika yang bertugas mensosialisasikan program ini menerima bujet Rp 20 miliar. Sementara, Bappenas sebagai tim pemantau dan evaluasi program mendapat jatah Rp 2 milyar.
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menuturkan, program Keluarga Harapan ini hanya menyasar pada kelompok rumah tangga sangat miskin (RTSM) dengan persyaratan tertentu. Syarat tersebut adalah memiliki anak usia 0-15 tahun, ibu hamil atau sedang menyusui.
"Sebuah keluarga yang menerima subsidi juga harus bisa menyekolahkan anaknya dan mendapat akses kesehatan bagi ibu hamil/ menyusui," tutur Bachtiar, saat acara peluncuran Program Keluarga Harapan di Departemen Komunikasi dan Informatika, Jakarta, hari ini.
Rafly Wibowo





