close

Jaringan XL Jangkau 85 Persen Penduduk Indonesia

Selasa, 24 Juli 2007 | 17:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) mengklaim infrastruktur jaringannya telah menjangkau 85 persen penduduk Indonesia. Sebab hingga Juni lalu XL telah memiliki 9.000 Base Transceiver Station (BTS) di seluruh Indonesia.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan, XL telah membangun sekitar 1.600 BTS selama semester pertama 2007, sehingga jumlah BTS XL naik 59 persen dibandingkan dengan jumlah BTS pada semester pertama 2006 yang mencapai 5.606 unit.

Untuk pembangunan BTS pada semester pertama 2007, XL mengeluarkan dana Rp 2,9 triliun atau lebih tinggi dari belanja modal semester pertama 2007 sebesar Rp 2,3 triliun. "BTS yang dibangun itu sudah termasuk node b untuk layanan 3G," kata Hasnul hari ini.

Sepanjang semester pertama 2007, Jumlah pelanggan XL juga naik 22 persen dari 8,4 juta pelanggan pada semester satu 2006 menjadi 10,2 juta pelanggan pada semester pertama 2007. Pendapatan rata-rata per pelanggan pada semester satu 2007 juga meningkat menjadi Rp 46 ribu per pelanggan dari Rp 43 ribu per pelanggan pada semester pertama 2006.

“Untuk semester kedua tahun ini, kami sedang mempersiapkan untuk mengikuti tender lisensi SLI dan partisipasi di proyek Palapa Ring yang akan membangun jaringan backbone di kawasan Indonesia Timur“ ujarnya. Selain itu, hingga akhir tahun 2007 XL menargetkan jaringannya mampu melayani 200 juta penduduk Indonesia.

Eko Nopiansyah

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [1] :

  • Tentang xl

    kenapa xl tu sring bwanget ganguan, padahal katanya, "sinyal bagus nyambung terus" tapi kalo kita hbungi sekalipun di dekat klita selalu ja bilanya "nomor yang anda hubungi tidak bisa di hubungi, cobalah beberapa saat lagi" kenapa bisa gitu....? saya tunggu jawabannya

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan