Yang Tersengat Larangan Eropa
Rabu, 25 Juli 2007 | 01:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: YAYASAN Pantau dibuat pusing dengan larangan pesawat Indonesia terbang ke Uni Eropa. Bukan karena ketua yayasan itu, Andreas Harsono, gagal berkunjung ke sana. Tapi, acara workshop Yayasan Pantau di Surabaya pada 12-14 Agustus nanti terancam terganggu.
Persoalannya, dua orang anggota rombongan Joseph E. Stiglitz, Senior Vice President and Chief Economist World Bank, tak mau menumpang pesawat maskapai lokal dari Bali ke Surabaya. Sebelum mengisi workshop, mereka memang menghadiri sebuah acara di Bali. "Organisasi dan pemerintahnya melarang menggunakan pesawat lokal selama di Indonesia," kata Andreas Harsono ketika dihubungi di Jakarta kemarin.
Mereka adalah warga Inggris anggota organisasi Publish What You Say, yakni Rhadika Sania dan Rachael Taylor. Joseph Stiglitz tak ada masalah. "Dia dan istrinya mau naik Garuda.” Ahli ekonomi itu bahkan sudah dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.
Komisi Eropa melarang pesawat Indonesia, dan beberapa pesawat dari maskapai asing, terbang ke langit Eropa mulai 6 Juli 2007 karena alasan keselamatan. Kebijakan itu berkembang menjadi larangan warga Eropa menumpang pesawai Indonesia menggunakan pesawat Indonesia.
Menurut Andreas, larangan untuk mereka bukan hanya imbauan tapi dipertegas menggunakan instrumen asuransi. Artinya, “Kalau ada apa-apa tanggung sendiri, asuransi mereka tak mau mengcover."
Sania dan Taylor ingin ke Surabaya, tentu dengan tak menabrak larangan tadi. Mereka pun mengusulkan alternatif, yakni lewat jalan darat. Tapi, panitia tak mau ambil risiko waktu molor berjam-jam sebab perjalanan bisa makan waktu karena terhalang lumpur Lapindo.
Alternatif lain masih ada, tapi cukup membuat panitia workshop dak-dik-duk. Mereka ingin menempuh rute tek-tok yakni Bali ke Singapura kemudian Singapura ke Surabaya menggunakan pesawat asing. “Ya, ini kan lucu,” ucap Andreas. Selain lucu, tentu juga mahal.
Mumpung masih ada waktu, Yayasan Pantau getol melobi Publish What You Say supaya dua tamu tadi bisa terhindari dari larangan. Siapa tahu mereka mau naik pesawat nasional, dengan hati tenang.
Harun Mahbub





