Presiden Yudhoyono Buka Forum Bisnis di Seoul
Rabu, 25 Juli 2007 | 21:39 WIB
TEMPO Interaktif, Soul:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini membuka Energy Business Forum di Hotel Shilla, Seoul, Korea Selatan. Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan pengusaha Indonesia dan Korea itu, dilakukan penandatanganan 12 proyek bisnis dengan total nilai US$ 8,6 miliar.
Kesepakatan bisnis yang diteken kali ini terutama menyangkut proyek energi, termasuk kerja sama PT Pertamina (Persero) dengan Korea Gas Corporation; pembangunan dry port di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi; pembangunan rel kereta api di Sumatera; serta studi pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir.
"Jika semua proyek ini terlaksana, Korea akan menjadi mitra investasi yang cukup besar bagi Indonesia," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia M.S. Hidayat di Seoul seperti dilaporkan wartawan Tempo, Mardiyah Chamim.
Indonesia saat ini merupakan tujuan investasi keempat bagi Korea Selatan, setelah Cina, Amerika Serikat, dan Vietnam. Bagi Indonesia, Korea Selatan menempati peringkat ketujuh investor terbesar, setelah Jepang, Inggris, Singapura, Cina, Taipei, dan Malaysia.
Presiden Yudhoyono dalam forum bisnis ini juga menyampaikan terima kasih atas perkembangan kualitas hubungan kedua negara yang pesat.
Dalam rentang lima tahun (2002-2006) telah terjadi pelipatgandaan nilai perdagangan kedua negara, yakni dari US$ 5,7 miliar menjadi US$ 10,7 miliar. Indonesia menikmati surplus perdagangan senilai US$ 4,8 miliar pada 2006.





