Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lee Kuan Yew: Multiparpol Hambat Ekonomi Indonesia
Kamis, 26 Juli 2007 | 20:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew mengatakan, sistem multiparpol yang dianut sistem pemerintahan Indonesia saat ini menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. "Jika tidak ada kesepakatan antara DPR dan pemerintah, sistem cenderung mandek," kata Lee sebagai pembicara tunggal dalam acara 'Indonesia Toward The Big Five' di Gedung Bank Mega, Kamis (26/7).

Namun, ia menambahkan bahwa hal itu bukan berarti pihaknya mengintervensi pemerintah Indonesia. "Saya hanya memaparkan kondisi yang ada," ujarnya.

Menurut Lee, visi ekonomi pemerintah sering tidak mendapat dukungan kepada DPR. "Sehingga sering (programnya) tidak terlaksana," katanya. Lain dengan Perancis, lanjutnya mencontohkan. Jika terdapat kebuntuan antara DPR dan presiden, maka partai-partai mayoritas di Prancis bisa menunjuk perdana menteri yang didukung oleh mayoritas partai di DPR untuk tetap menjalankan kegiatan perekonomian.

Lee juga optimis Indonesia dapat mencapai target visi 2030 dengan Growth Domestic Product (GDP) mencapai US $ 5,1 miliar. Asalkan sistem pemerintahan yang ada sekarang dirombak dan juga amandemen di bidang perpajakan. "Sehingga menarik bagi investor asing," katanya.

Kondisi perekonomian di tahun 2030, kata Lee akan mengalami perubahan dibanding sekarang. GDP Cina, pada tahun itu diprediksi akan setara atau melebihi Jepang sebesar US$ 18-20 miliar. Sedangkan GDP India bisa mencapai 60-70 persen dari Cina.

Rafly Wibowo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104458 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data