Blok Cepu Diperkirakan Baru Produksi Tahun 2010
Kamis, 26 Juli 2007 | 22:32 WIB
TEMPO Interaktif, Bojonegoro:
Sumur minyak dan gas di Blok Cepu diperkirakan baru akan produksi pada tahun 2010 atau awal tahun 2011. "Paling cepat, pertengahan atau akhir tahun 2010 bisa produksi," tegas Thor Suttan Asin, Vice Manager Development Company Mobil Cepu Limited.
Staf anak perusahaan ExxonMobil Oil itu menyampaikan hal tersebut dalam acara peresmian peletakan mata bor di sumur minyak Banyu Urip, Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Kamis (26/7) siang. Pada 2010 itu, kata Thor, kemungkinan produksi puncak Blok Cepu akan mencapai 165 ribu barel per hari.
Peresmian penancapan mata bor dilakukan oleh Bupati Bojonegoro Mohammad Santoso dan sejumlah pejabat dari Pertamina dan BP Migas. Pengeboran yang memakan waktu 5-6 bulan untuk dua sumur ini dilakukan untuk memastikan kandungan minyak sumur Banyu Urip di Blok Cepu, yang diperkirakan
mencapai 250 juta barel.
Menurut Thor, jika pengeboran ini sudah dimulai dan selesai awal tahun 2008, maka dibutuhkan kesiapan infrastruktur yang memakan waktu sedikitnya tiga tahun. Artinya, jika lancar, maka pada akhir tahun 2010 atau awal tahun 2011 sudah bisa memasuki massa produksi.
Terkait proses pembebasan lahan, lanjut Thor, perlu di pilah-pilah. Untuk di areal sumur Banyu Urip, sebagian sudah selesai. Tanah di sumur tersebut seluas 6 hektare lebih sudah dibebaskan. Sedangkan di luar itu, pembebasan lahan baru memasuki proses sosialisasi dan sebagian sudah dalam proses negosiasi.
Bupati Bojonegoro Santoso mengatakan masalah pembebasan lahan di Blok Cepu masih terus dilakukan. Lokasi yang dibebaskan berada di Kecamatan Ngasem, Kalitidu dan Dander. "Tim yang sudah ada masih berjalan," ujarnya singkat. Sujatmiko





