BI Minta Pelemahan Rupiah Tak Perlu Dikhawatirkan

Jum'at, 27 Juli 2007 | 15:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS beberapa hari belakangan, bukan disebabkan kepercayaan pasar uang global yang melemah.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom mengatakan, semua indikator ekonomi cukup baik. Pelemahan mata uang yang saat ini terjadi, tidak hanya berlaku untuk rupiah saja, tapi hampir pada semua mata uang lainnya kecuali dolar Australia dan Euro. "Jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Miranda dalam diskusi Kebanksentralan Sistem Pembayaran di Museum Bank Indonesia.

Dia menuturkan, Bank Indonesia menganut sistem pasar terbuka dan devisa bebas. "Jadi kami tak pernah menetapkan berapa posisi nilai tukar rupiah yang dituju," ujarnya.

Tapi, bank sentral tetap mengikuti dan mengamati perkembangan rupiah. "Volatilitas sedapat mungkin dijaga agar tak menimbulkan ketidak-pastian," katanya.

AGOENG WIJAYA

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: