Malaysia Tawarkan Indonesia Terbitkan Sukuk

Senin, 30 Juli 2007 | 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Malaysia makin serius menjajaki kerjasama penerbitan obligasi syariah (sukuk) dengan Indonesia. "Kami terus melakukan road show ke Indonesia soal potensi penerbitan sukuk di Malaysia," kata Deputi Gubernur Bank Central Malaysia, Dato Mohd. Razif Abdul Kadir.

Menurut dia, kapitalisasi pasar di Malaysia adalah yang terbesar di dunia. Saat ini jumlah rekening syariah di Malaysia mencapai 500 juta, atau 10 persen dari seluruh produk finansial.

Iklim permodalan dan persyaratan di negeri jiran ini juga mendukung investor. "Pajaknya rendah dan syaratnya juga mudah,” kata Razif.

Direktur Permasalahan dan Investasi Malaysia Dato Kris Azman Abdullah mengatakan, beban pajak untuk para penerbit obligasi di Malaysia sangat rendah. “Pengurusannya juga relatif cepat,” katanya. Persetujuan izin dari instansi misalnya, hanya membutuhkan waktu satu hari.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Siti Chalimah Fadrijah mengatakan, permodalan syariah di tanah air masih terbentur aturan hukum. Belum tuntasnya Undang-Undang sukuk di Dewan Perwakilan Rakyat adalah salah satu sumber masalah.

Selain itu, pembiayaan syariah juga masih dikenakan pajak ganda. “Ada beda persepsi. Dirjen pajak beranggapan sistem itu jual beli biasa, jadi dikenai double taxation," katanya.


Rafly Wibowo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: