Harga Divestasi BNI Rp 2.050
Selasa, 31 Juli 2007 | 14:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:-Pemerintah menetapkan harga saham secondary public offering PT Bank Negara Indonesia Tbk Rp 2.050 atau harga terendah dari indikasi penawaran sebelumnya. Porsi yang akan ditawarkan bagi investor asing dan domestik, masing-masing 50 persen.
"Diharapkan perolehan dana yang masuk Rp 8,1 triliun, kendati itu masih nilai kotor (gross)," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Negara BUMN, Jakarta, Selasa (31/7).
Menurut Sofyan, alasan penentuan harga di level terendah karena melihat kondisi pasar dunia yang sedikit terganggu pekan lalu. "Tapi bagi pemerintah hasilnya cukup menggembirakan, dan minat investor cukup bagus," ujarnya.
Pernyataan senada juga dilontarkan Direktur Utama Bahana Securities Ito Warsito. Menurut dia, penetapan harga lebih pada pertimbangan kondisi pasar. "Kami tidak memprediksi sebelumnya, kalau pasar bakal turun lebih dari 6 persen," ujarnya.
Situasi tersebut, lanjut Ito, mempengaruhi kondisi psikologis investor asing dan lokal. "Mereka masih memikirkan kemungkinan pasar akan turun lagi," kata dia.
Menurut Ito, penawaran saham kedua BNI ini merupakan sejarah penawaran terbesar di pasar modal Indonesia. "Karena lebih dari Rp 8 triliun, tidak mudah menjual sebesar itu saat ini," ujarnya.
Wahyuddin Fahmi





