Nike Sepakat Perpanjang Kontrak

Selasa, 31 Juli 2007 | 18:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nike Inc sepakat memperpanjang kontrak pemesanan sepatu di kedua pabrik milik PT Central Cipta Murdaya. Perpanjangan produksi sepatu di kedua pabrik milik keluarga Murdaya, akan berakhir pada Juli 2008 dan Juli 2009. "Kami memesan level produksi yang lebih tinggi dari yang ada dari tiap perusahaan dan berkomitmen atas tipe produksi yang sama dan campurannya di kedua pabrik," kata Wakil Presiden Niek, Eric Sprunk dikutip dari AFP, Selasa (31/7).

Hari ini diadakan pertemuan antara Nike (yang diwakilkan pengacara), keluarga Murdaya dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Muhammad Luthfi. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat dilakukan perpanjangan kontrak pemesanan sepatu di PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) selama 12 bulan dan PT Nagasakti Paramashoes Industry (Nasa) selama 24 bulan. Selama 12 bulan pertama, Nike akan memesan sebanyak 200 ribu sepatu tiap bulan dan untuk 12 bulan kedua, Nike akan memesan sebanyak 100 ribu pasang.

Meskipun sudah menyatakan ada kesepakatan, namun perjanjian tersebut belum ditandatangani oleh pihak Nike. "Hanya kendala teknis, probabilita 90 persen akan terjadi penandatanganan," tutur Prajna Murdaya, pengurus CCM yang juga putra mahkota bisnis keluarga Murdaya. Dalam lembar perjanjian, Prajana yang mewakili pihak keluarga Murdaya akan melakukan penandatanganan.

Menurut Hartati Murdaya, kapasitas kedua pabriknya mampu memproduksi sebanyak 12 juta pasang sepatu. Perpanjangan sepatu dari Nike, akan memakai 80 persen dari kapasitas produksi. "Sisanya sebanyak 20 persen akan kami manfaatkan untuk produksi merk sendiri, namanya League," ujarnya.

Dengan adanya perpanjangan produksi, sebanyak 14 ribu buruh tak bakal kena pemutusan hubungan kerja. Sebanyak 50 persen buruh tetap akan dipekerjakan di pabrik sepatu dan sisanya akan direlokasi ke sektor usaha lainnya. Rencananya, keluarga Murdaya akan melakukan investasi pada sektor ritel dan agribisnis. Investasi dari kedua sektor ini berasal dari dana hasil perpanjangan waktu dari Nike dan dana keluarga Murdaya.

Menurut Prajna, jangka waktu yang diberikan Nike cukup sebagai masa transisi perusahaan untuk memproduksi merk sendiri. Sektor usaha ritel dinilai strategis karena akan meningkatkan margin perusahaan dalam menjual merk sepatu sendiri.

Total investasi Nike di Indonesia sebanyak US$ 600-700 juta dengan produksi untuk ekspor sebanyak 50-60 juta pasang. Dari tahun 1967 hingga 2007, nilai investasi industri sepatu sebesar US$ 2,13 miliar dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 317 ribu tenaga kerja. Mulai tahun 2003-2005, sekitar 6 perusahaan sepatu dengan investasi US$ 23,15 juta menutup pabrik. Sementara itu investasi baru di pabrik sepatu selama 2006-2007 sebanyak 9 perusahaan dengan nilai investasi US$ 78,72 juta.

YULIAWATI






Komentar Anda

Kirim